Desa Amazon Melarang Laki – Laki Masuk Benar – Benar Ada Di Kenya

desa-amazon-melarang-laki-laki-masuk-benar-benar-ada-di-kenya

HarianDepok.com – Berita Unik – Anda mungkin pernah mendengar mitos wanita Amazon. Dalam cerita populer itu, ada wilayah di pedalaman Hutan Amazon yang seluruh penduduknya cuma perempuan, tanpa ada satupun lelaki.

Ternyata cerita semacam itu bukan isapan jempol. Sebuah desa di Kenya benar-benar berisi ratusan perempuan dan anak-anak, tanpa ada lelaki dewasa.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (19/8), desa unik bernama Umoja itu berada di pedalaman Samburuland, tepat di tengah padang Sabana kawasan utara Kenya. Sejak 25 tahun terakhir, wanita di desa itu mengelola kampungnya secara mandiri tanpa melibatkan kaum adam.

Tetua desa ini, Rebecca Lolosoli, mengumpulkan sesama perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual serta kekerasan rumah tangga ke kawasan Umoja. Awalnya cuma 15 orang bergabung bersama Lolosoli ke Umoja.

Lambat laun, desa itu semakin populer bagi kalangan perempuan Kenya yang ingin lari dari trauma serta paksaan menikah keluarga. Sensus terakhir menyatakan ada 247 orang tinggal di Umoja, semuanya berjenis kelamin perempuan.

“Di luar sana, perempuan disiksa oleh lelaki. Mereka tidak bisa membuat keputusan. Di sini berbeda. Wanita di Umoja mempunyai kebebasan,” kata Seita Lengima, tetua desa lain yang termasuk penduduk awal Umoja.

Para perempuan Umoja kebanyakan berasal dari Suku Masai. Sistem patriarki suku ini membuat kaum perempuan diperlakukan bak setengah binatang. Sudah biasa bila gadis di bawah umur dibeli dengan ternak untuk dinikahkan paksa. Sebagian lagi adalah korban sunat perempuan, tradisi yang oleh kalangan medis sudah diakui berbahaya bagi kesehatan. Ada juga yang menjadi korban perkosaan tentara Inggris yang ditempatkan di Kenya.

Selain itu, cukup banyak warga Umuoja dipukuli oleh suami atau ayah mereka karena berani mengungkapkan pendapat. “Di sini kami bisa menyampaikan gagasan, kami juga boleh bekerja serta mengelola uang sendiri,” kata Milka, warga yang kini bertugas mengelola sekolah di Umuoja.

Sumber penghasilan utama warga Umuoja adalah menjual perhiasan serta mengelola paket perjalanan wisata kepada turis asing. Desa Umuoja sekarang makmur, sehingga ada rencana membuka lahan baru tak jauh dari sabana yang mereka tempat untuk jadi kampung tanpa lelaki kedua.

Sebetulnya laki-laki masih bisa menginjakkan kaki di desa ini. Tapi penduduk Umuoja melarang pria tinggal lebih dari dua hari tanpa ada keputusan para tetua.

[Irma wulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer