Harga Ayam Melonjak Akibat Rantai Distribusi Yang Panjang

Harga Ayam Melonjak Akibat Rantai Distribusi Yang Panjang

HarianDepok.com – Bisnis , Sejak kemarin, Selasa (18/08/2015) para pedagang ayam di beberapa wilayah Jabodetabek telah menggelar mogok jualan. Aksi ini dilakukan usai pedagang daging sapi juga melakukan mogok jualan pada pekan lalu. Lantaran harga ayam yang tinggi di tingkat pedagang pasar tradisional menjadi salah satu pemicu aksi mogok tersebut. Harga ayam potong saat ini berkisar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kilo gram (kg).

Untuk menanggapi hal tersebut, Anton J Supit selaku Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (GAPPI) menyebutkan tingginya harga ayam potong di tingkat pedagang akibat panjangnya mata rantai dari peternak hingga ayam sampai ke pasar. Ia menerangkan, di tingkat peternak sebenarnya harga normal ayam hidup cuma sekitar Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu per kg.

Namun jika dijual per ekor di farm (peternakan) harganya Rp 20 ribu. Tetapi ketika sampai ke pedagang, harga ayam dapat meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Anton menilai, tingginya harga ayam ini justru tidak dinikmati oleh para pedagang ataupun peternak. Tingginya harga daging ayam ini cuma dinikmati oleh pihak-pihak di dalam rantai distribusi.

“Yang untung itu mata rantainya. Keuntungannya jadi 80 persen sampai 90 persen di sana, sedangkan di pasar modern itu 10 persen. Jadi jangan salahkan peternak. Ini belum untung sudah disalahkan,” ujarnya. Anto juga mengungkapkan, para pengusaha pun sudah mengeluhkan mengenai panjangnya rantai distribusi ini pada pemerintah, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok