Komunitas Pecinta Sungai Ciliwung Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Sungai

Komunitas Pecinta Sungai Ciliwung Kibarkan Bendera Merah Putih di Tengah Sungai

Foto : KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo

HarianDepok.com – Berita – Pancoran Mas, Upacara bendera dalam memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang dilakukan oleh Komunitas Pecinta Ciliwung yang dilakukan di Sungai Ciliwung Kota Kembang, Kelurahan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, saat ini terbilang unik.

Pasalnya, pada prosesi pengibaran benderanya dilakukan di tengah batu cadas Sungai Ciliwung yang sedang surut alirannya dan dilaksanakan pada hari jatuhnya kemerdekaan Indonesia diumumkan oleh Bung Karno pada Senin (17/08/2015).

“Upacara bendera yang kami lakukan di Sungai Ciliwung saat ini sengaja kami lakukan. Selain untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, upacara tersebut sengaja kami lakukan sebagai upaya kami dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga serta melestarikan Sungai Ciliwung,” ujar Ketua Panitia Pengibaran Bendera Merah Putih, Bayu, Senin (17/08/2015).

Menurut pengakuannya, pihaknya memang telah mempersiapkan kegiatan tersebut sejak dua bulan yang lalu dengan melakukan latihan sebanyak dua kali di lapangan. Dengan perbedaan medan antara lapangan dengan Sungai Ciliwung, diakuinya banyak mendapatkan kesulitan pada saat melakukan latihan upacara bendera tersebut.

“Dalam menyelenggarakan upacara bendera kali ini memang kami kerap mendapatkan kesulitan yang diantaranya adalah ada di batang batang bambu yang menjorok kearah sungai. Hal itulah yang menghambat kami jika menggunakan perahu,” tuturnya.

Sedangkan untuk tinggi tiang bendera yang dipasang untuk mengibarkan bendera Merah Putih, dirinya menerangkan memiliki arti khusus terkait kemerdekaan Indonesia. Diketahui bahwa tinggi tiang bendera yang digunakannya saat itu memiliki ketinggian 4,5 meter.

“Ukuran tinggi tiang bendera yang kami pasang untuk mengibarkan bendera Merah Putih di upacara kemerdekaan Indonesia ini memiliki makna tersendiri yang tingginya diambil dari angka tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tahun 1945

Dengan adanya upacara yang dilakukan di Sungai Ciliwung iini diharapkannya bisa menjadi sarana atau media kepada masyarakat agar dapat memperhatikan dan meningkatkan kesadarannya serta melestarikan keberadaan Sungai Ciliwung yang saat ini kondisi dan ekosistemnya mengalami kerusakan yang cukup parah akibat ulah manusia.(Izl) Sumber : kompasnews

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: