Aksi Pengendara Sepeda Tegur Konvoi Moge Langgar Lalu Lintas di Yogya Hebohkan Sosial Media

Aksi Pengendara Sepeda Tegur Konvoi Moge Langgar Lalu Lintas di Yogya Hebohkan Sosial Media

HarianDepok.com – Berita – Yogyakarta , Beberapa warga Yogyakarta pada Sabtu (15/08/2015) sore menghadang konvoi motor gede. Mereka memprotes konvoi pengendara moge yang dikawal oleh polisi karena menyebabkan kemacetan di area tersebut. Aksi penghadangan konvoi motor tersebut diawali oleh seorang pengendara sepeda yang melakukan aksi cegat di zebra cross dari arah barat perempatan Condong Catur. Aksi pria tersebut pun ramai di perbincangkan di sosial media.

Diketahui pria yang mengenakan kaus hitam tersebut bernama Elanto Wijoyono (32). Ia tampak berani menegur para pengendara moge tersebut.  Elanto kesal karena karena konvoi tersebut melanggar lalu lintas. Ia dan beberapa temannya menghadang dan menegur konvoi Moge yang hendak menuju Candi Prambanan. Pemoge yang melanggar garis jalan pun diminta mundur. Tetapi, satu hal yang membuat dia protes adalah pengawalan dari petugas Patwal.

Aksi Pengendara Sepeda Tegur Konvoi Moge Langgar Lalu Lintas di Yogya Hebohkan Sosial Media

“Masalahnya ada penggunaan patwal. Sebagai warga memandang fungsi patwal adalah untuk darurat negara, bukan mengawal rombongan tidak penting,” ujar Elanto kepada wartawan di perempatan Condong Catur, Sleman, Sabtu (15/08/2015). Elanto adalah seorang warga Condong Catur yang tengah bersepeda sore. Aksi ini ia lakukan secara spontan. Terlihat di lokasi terjadi kemacetan sepanjang 1 km dari arah utara. Aksi Elanto pun kemudian diikuti oleh beberapa warga lainnya. Salah satunya  adalah Issa Rachmat (23).

Aksi Pengendara Sepeda Tegur Konvoi Moge Langgar Lalu Lintas di Yogya Hebohkan Sosial Media

Selain Erlanto dan Issa, ada juga Andika (19) yang turut serta beraksi turun dari kendaraan dan menegur para pengendara moge. Terlihat mereka pun sempat terlibat perdebatan. “Kami sudah amati 3 hari ini. Beberapa pengendara Harley melanggar lalu lintas, melanggar tapi didiamkan,” ucap Andika.Tidak hanya itu, Andika menilai jika pengguna jalan lainnya dinomorduakan. “Kita sama-sama bayar pajak, sama-sama punya hak untuk menggunakan jalan raya. Harusnya saling menghormati,” tuturnya.

 

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok