Nilai Tukar Rupiah Melemah Hampir Sentuh Angka Rp. 14.000/USD

Nilai Tukar Rupiah Melemah Hampir Sentuh Angka Rp. 14.000/USD

HarianDepok.com – Bisnis , Nilai tukar rupiah terhadap perdagangan tercatat melemah yakni ditutup dengan terdepresiasi sebesar 1,42% atau 193 poin ke level Rp.13.800 per USD dari yang sebelumnya berada di angka Rp. 13.607 per USD. Bahkan hingga tanggal 12 Agustus 2015 sore hari, nilai rupiah mencapai nilai tertinggi yakni Rp. 13.917 per USD dan nilai terendah Rp. 13.685 per USD. Angka ini adalah level paling lemah sejak tahun 1998 silam.

untuk penjualan di Bank Central Asia atau BCA kurs dollar terhadap rupiah sebesar Rp. 13.713. Sedangkan untuk kurs belinya sendiri, dollar berada pada posisi Rp. 13.413. Sementara untuk Bank Mandiri, nilai tukar USD terhadap IDR lebih murah sedikit dibanding dengan Bank Central Asia, yakni dibeli dengan harga Rp. 13.580 per dollarnya. Sedangkan untuk penjualannya, sebesar Rp. 13.555 per  dollar. Untuk Bank Indonesia sendiri, tercatat bahwa Data Jakarta Interbank Sport Dollar Rate mencapai angka Rp. 13.541.

Kondisi nilai tukar dollar terhadap rupiah pada minggu minggu ini memang belum juga kunjung turun dari posisi sebelumnya yakni Rp.13.500. Munculnya beberapa kali perubahan justru menjadikan mata uang rupiah semakin melemah. Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menyatakan bahwa Bank Indonesia menyaksikan semakin lemahnya nilai rupiah belakangan ini sudah terlalu dalam sehingga sudah berada begitu jauh di bawah nilai yang fundamental.

Bank Indonesia akan terus mengamati pergerakan di pasar untuk menyikapi hal ini guna melakukan usaha untuk menstabilisasi nilai tukar rupiah, dengan melakukan kerja sama dengan pemerintah juga instansi-instansi yang bersangkutan. Rupiah pun terus mendapatkan tekanan yang luar biasa. Kondisi seperti ini jelas sangat mengkhawatirkan, karena sudah mencapai titik paling rendah yang pernah di alami oleh mata uang Indonesia.

Sehingga Hal ini akan mengakibatkan timbulnya krisis ekonomi nasional. Menurut Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, penyebab melemahnya nilai tukar rupiah kali ini karena masih belum terlaksananya penundaan kenaikan suhu bunga The Feed. Pelemahan yang terjadi terhadap mata uang Indonesia ini sebaiknya menjadikan para pemodal untuk senantiasa berhati hati dalam menyikapi sentimen positif dari bursa regional.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok