Mendikbud Perintahkan Penanganan Pungli Yang Terjadi di Sekolah Depok Secepat Mungkin

Mendikbud Perintahkan Penanganan Pungli Yang Terjadi di Sekolah Depok Secepat Mungkin

HarianDepok.com – Berita , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menyikapi adanya pungutan liar terhadap sejumlah orangtua murid yang ingin mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di kota Depok menegaskan bahwa keadaan tersebut sangatlah bertentangan dan telah menyimpang dari aturan dan prosedur pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Daryanto dalam menyikapi adanya pungutan liar tersebut di sejumlah sekolah yang terdapat di Kota Depok ini mengaku bahwa pungutan liar dan pendaftaran melalui jalur belakang tersebut sudah menyalahi aturan dan prosedur yang berlaku sehingga harus diberikan sanksi tegas.

“Peristiwa adanya pungutan liar dan penerimaan PPDB lewat jalur belakang itu sangatlah bertentangan dengan peraturan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Oleh sebab itu, kami akan berusaha secepatnya menindak tegas para pelaku agar tidak ada lagi kejadian seperti ini kedepannya,” tuturnya usai menghadiri Peresmian Pergelaran Gita Bahan Nusantara (GBN) 2015 di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Rabu (12/08/2015).

Daryanto mengaku akan secepatnya melakukan komunikasi kepada instansi terkait agar secepatnya menindaklanjuti dan menertibkan pungutan liar dan penyalahgunaan kekuasaan di dunia Pendidikan khususnya di Kota Depok sekarang ini.

Sebelumnya, beberapa siswa Peserta PPDB di kota Depok yang mengikuti program tersebut di beberapa sekolah negeri, mengaku telah diwajibkan membayar sejumlah uang antara 3 hingga 5 juta rupiah sebagai syarat untuk diterimanya bersekolah. Hal ini sangatlah jelas berbeda dengan prosedur PPDB yang ada bahwa pada penerimaan tersebut tidak dikenakan biaya sedikitpun.

Mengetahui kondisi demikian, Daryanto pun mengaku akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku yang melanggar ketentuan prosedur penerimaan PPDB di kota Depok dengan memberlakukam hukuman pemecatan secara tidak hormat dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum dengan melibatkan pihak pihak terkait sebagai eksekutornya dilapangan.

Saat ini, Daryanto telah melakukan komunikasi mengenai permasalahan tersebut ke Direkorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud agar dapat melakukan pengecekan terhadap permasalahan tersebut dilapangannya.

“Sampai saat ini, kami telah melakukan komunikasi dengan beberapa instansi terkait seperti Direkorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk bersama sama melakukan investigasi dilapangan dan melacak kebenaran adanya peristiwa tersebut. Jika memang telah terjadi kecurangan atau penyalahgunaan wewenang, kami akan langsung menindak tegas para pelaku,” katanya.

Di lain pihak, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengaku bahwa segala permasalahan mengenai adanya kecurangan dan penyimpangan di dalam kegiatan penerimaan siswa siswi baru di jalur PPDB sangatlaj jelas sudah melanggar dan menyalahi aturan. Maka daripada itu dirinya berharap kepada seluruh instansi terkait agar segera melakukan tindakan preventif dan penertiban.

“Pasang wajah para pelakunya di muka publik agar semua orang tahu. Dan jika memang terbukti bersalah karena telah melanggar si pelaku harus dijatuhi hukuman yang setimpal di pengadilan nanti,” tegasnya.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)