Larangan Terhadap Kriteria Usaha Warnet di Depok Akan diberlakukan

Larangan Terhadap Kriteria Usaha Warnet di Depok Akan diberlakukan

HarianDepok.com – Berita , Maraknya Warung Internet (Warnet) yang beroperasi di wilayah kota Depok dengan menggunakan program dan aplikasi ilegal saat ini, langsung disikapi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok dengan diadakannya Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2015 yang berisi tentang penyelenggaraan komunikasi dan informatika.

Hal ini sengaja dilakukan oleh Pemerintah Kota (Depok) karena sampai saat ini, masih banyak para pengusaha warnet yang menggunakan aplikasi ilegal dan tidak menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang baik di usahanya seperti toilet dan penerangan yang cukup.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota Depok, M.Fitriawan dalan menanggapi perihal tersebut mengatakan bahwa sampai saat ini masih banyak warnet yang tidak sesuai dengan standarisasinya. Oleh sebab itu, melalui Perda tersebut kedepannya usaha warnet yang beroperasi di kota Depok agar dapat mematuhi aturan yang berlaku.

“Isi Perda terbaru ini ditujukan bagi seluruh pengusaha warnet di kota Depok yang mengatur tentang penyelenggaraan usaha warnet. Karena Perda ini masih tergolong baru maka kami akan melakukan sosialisasi ke para pengusaha warnet yang ada,” ujarnya di Depok, Selasa (11/08/2015).

Kedepannya, usaha warnet yang beroperasi di wilayah kota Depok nantinya harus mengikuti beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, yang diantaranya mengenai pemeliharaan kesehatan ruangan warnet, lebar penyekatan pada tiap komputer yang baik.

Tak hanya itu saja, di aturan yang ditetapkan oleh Pemkot Depok tersebut juga mewajibkan seluruh warnet yang ada harus mempunyai toilet, tempat parkir dan tempat ibadah yang cukup. Hal ini dimaksudkan agar para konsumen dapat lebih nyaman dalam menggunakan jasa warnet tersebut.

“Di aturan ini, para pengusaha warnet akan diwajibkan untuk menggunakan aplikasi yang berlisensi, tidak boleh ada aplikasi ilegal maupun software bajakan serta memfasilitasi usahanya dengan toilet, parkiran dan tempat ibadah,” tegasnya.

Selain daripada itu, Fitriawan pun juga mengatakan akan ada larangan untuk membuka usaha warnet secara 24 jam penuh yang akan dibatasi jam usahanya hingga pukul 23.00 WIB saja. Inipun dimaksudkan agar usaha warnet yang ada tidak dijadikan tempat asusila oleh para remaja yang kerap kali ditemukan di beberapa warnet saat ini.

Dalam menerapkan peraturan tersebut, Fitriawan mengaku akan memberikan surat teguran kepada para pengusaha warnet yang melalaikan peraturan tersebut. Apabila ketiga kalinya surat peringatan masih tidak diindahkannya, maka sanksi penutupan permanen usaha warnet akan diberlakukan.

Selain menerapkan aturan tersebut, Fitriawan pun juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Kota Depok agar dapat menggunakan layanan umum tersebut secara bijak. Jangan sampai kemudahan dalam mendapatkan informasi dan teknologi dari internet merusak moral dengan mengakses situs situs porno. (Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: