Belasan Pedagang Liar Diadili di Pengadilan Depok

Belasan Pedagang Liar Diadili di Pengadilan Depok

HarianDepok.com – Berita – Citayam , Untuk menertibkan tatanan kota Depok yang semrawut saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui instansi terkaitnya tengah gencar gencarnya melakukan penertiban di seluruh wilayah kota Depok. Hal ini dilandasi oleh adanya Peraturan Daerah (Perda) kota Depok nomor 16 tahun 2012 mengenai pembinaan dan pengawasan ketertiban umum.

Dari hasil kegiatan penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kemarin Senin (10/08/2015), petugas berhasil menangkap dan menertibkan 15 pedagang kaki lima liar yang tengah menjajakan barang dagangannya di bahu jalan sepanjang Jalan Raya Citayam, Depok, Jawa Barat.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Agus Tamin dalam tanggapannya mengenai adanya pengamanan dan penangkapan belasan pedagang kaki lima liar tersebut mengaku bahwa pihaknya memang sudah sejak lama melayangkan edaran tentang larangan berjualan di bahu jalan kepada seluruh pedagang.

Namun sampai saat ini, masih banyak para pedagang kali lima yang sudah mengetahui peraturan tersebut namun tidak mengindahkannya. Oleh sebab itu pihaknya langsung mengamankan belasan pedagang kaki lima liar tersebut agar mereka jera dan mau mengikuti peraturan kota Depok yang berlaku.

“15 pedagang liar yang kami tangkap kemarin saat ini tengah diproses secara hukum dan akan diadili sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Mereka ini dijatuhkan hukuman tentang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) karena sudah melanggar Perda nomor 16 tahun 2012 yang menyalahi fungsi bahu jalan,” terangnya di Depok, Senin (10/08/2015).

Mereka yang tertangkap dan diadili di pengadilan, akan dijatuhi hukuman Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan dikenakan sanksi berupa denda sebesar 100 ribu rupiah per kepalanya. Dari hasil penertiban tersebut, denda sebanyak 1,5 juta rupiah akan langsung disetorkan ke kas daerah.

Dengan adanya kegiatan penertiban tersebut, Agus berharap kepada seluruh masyarakat dan para pedagang yang berjualan di tempat tempat terlarang agar tidak diulanginya lagi, karena sudah menyalahi Perda kota Depok dan membahayakan jiwa para pengguna jalan yang lain.

“Hal ini semata mata kami lakukan untuk menjaga tatanan kota dan mencegah adanya kesemrawutan di jalan raya akibat penyalah gunaan fungsi trotoar yang seharusnya digunakan Pedestrian untuk berjalan kaki. Dengan adanya penertiban ini, kami berharap hal ini dapat menjadi efek jera dan pembelajaran agar jangan ada lagi kegiatan berdagang di tempat tempat terlarang,” tandasnya.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)