Telah Terjadi Pungutan liar di Sejumlah Sekolah di Kota Depok

Telah Terjadi Pungutan liar di Sejumlah Sekolah di Kota Depok

HarianDepok.com – Berita , Adanya penyalahgunaan jabatan di lingkungan sekolah kota Depok oleh beberapa kepala sekolah dengan melakukan Pungutan Liar (Pungli) ke sejumlah orangtua murid yang akan melakukan kegiatan daftar ulang anaknya saat ini, menjadi buah bibir di seluruh elemen masyarakat kota Depok.

Diketahui bahwa, beberapa Kepala Sekolah yang ada di wilayah kota Depok mewajibkan orangtua murid untuk menyetorkan sejumlah uang dengan jumlah berkisar antara 3 hingga 5 juta rupiah pada saat melakukan daftar ulang. Hal ini dilakukannya dengan modus uang tersebut akan digunakan sebagai biaya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Hal tersebut langsung disikapi oleh sejumlah orangtua murid yang mengaku kecewa dengan adanya pungutan tersebut. Pasalnya, pungutan bayaran tersebut sangatlah memberatkan orangtua murid, padahal pemerintah sudah menjamin tidak ada biaya apapun dalam program PPDB.

“Bingung mas mau nyari duit segitu banyak dimana, ngakunya untuk biaya pembangunan sekolah trus untuk biaya seragam dan buku anak. Trus dibilang biaya itu memang sudah ada di program PPDB,” keluh Cantik (nama samaran) salah satu orangtua murid yang ingin mendaftarkan anaknya bersekolah di Depok, Kamis (06/08/2015).

Diterangkannya bahwa pada pertemuannya dengan Kepala Sekolah di kantornya mengatakan bahwa biaya tersebut harus segera dilunasi hari itu juga. Jika memang si orang tua murid tidak sanggup untuk membayarnya maka si Kepala Sekolah mempersilahkan untuk mencari sekolah lain.

“Uang yang katanya adalah biaya dari PPDB itu, diminta untuk dilunasi hari itu juga, jika tidak bisa membayar si anak tidak bisa bersekolah dan dipersilahkan untuk mencari sekolah yang lainnnya. Ada juga yang bela belain pinjam uang ke tetangga supaya anaknya bisa diterima sekolah,” tuturnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Nurhasyim dalam menanggapi perihal tersebut mengatakan, bahwa Herry Pansila selaku Kepala Dinas Pendidikan kota Depok saat ini harus menindak tegas para pejabat nakal di lingkungannya termasuk para Kepala Sekolah yang ada di kota Depok mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

“Jika memang terbukti mereka telah melakukan pungutan liar kepada orangtua murid. Maka sudah selayaknya mereka mendapatkan hukuman pecat secara tidak hormat dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dimata hukum,” tegasnya.

Nurhasyim juga menuturkan bahwa kalau saat ini masih diberlakukan teguran secara lisan dan tertulis saja, maka Kepala Sekolah nakal tidak akan jera dan terus melakukan pungutan liar kepada masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya untuk bersekolah. Oleh sebab itu hukuman dipecat dianggapnya sangat pantas untuk diterapkan kepada mereka saat ini.

“Hukuman pecat sudah sewajarnya kepada para Kepala Sekolah yang nakal. Masih banyak toh guru dan pegawai lainnya yang berpotensi dan mau diangkat menjadi kepala sekolah. Jadi jika memang harus ditindak tegas ya lakukan, jangan ditunda tunda. Kasihan para orangtua murid yang sudah banyak berkorban karena mereka,” katanya.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: