Walikota Depok Marah Proyek Overlay Tidak Sesuai Arahannya

Walikota Depok Marah Proyek Overlay Tidak Sesuai Arahannya

HarianDepok.com – Berita – Margonda Raya , Untuk mencegah terjadinya banjir di sepanjang jalan protokol kota Depok tepatnya di Jalan Margonda Raya saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menyiapkan anggarannya sebesar 6,4 miliar rupiah yang diperuntukkan sebagai dana pelapisan (overlay) di sepanjang Jalan Margonda Raya.

Diketahui bahwa pada saat musim penghujan tiba, Jalan Margonda Raya kerap tergenang banjir dengan kedalaman yang bervariasi yang mengakibatkan macetnya arus lalu lintas di jalan tersebut. Tak hanya Jalan utama saja yang menjadi korbannya, namun terminal Depok pun mendapatkan imbasnya yang jika penghujan tiba, maka terminal Depok akan mengalami kebanjiran juga.

Oleh sebab itu, Pemkot Depok dalam mengatasi hal tersebut langsung bertindak dengan merencanakan pengerjaan overlay dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan banjir di Jalan Margonda Raya yang kerap kali melanda.

Saat ini pelaksanaan pengerjaannya dilapangan pun sudah mulai dilakukan oleh para kontraktor pemenang lelang proyek tersebut. Namun, saat Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail datang melihat pengerjaan proyek tersebut dilapangan terlihat kesal dengan pengerjaan pembuatan saluran air yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.

Dari pengawasannya tersebut, Nur pun langsung menegur penborong agar segera melakukan perbaikan ulang pengerjaan overlay tersebut. ” Bapak selesaikan yang ini dulu, bongkar lagi dan beresin yang sebelah sana. Ini pengerjaannya salah besar nih, belum sesuai dengan perintah saya. Diperlebar dulu baru dipasang. Kalau sudah dibeton kan gak mungkin bisa digali gali lagi, akan memakan waktu lagi. Dan yang ini juga diperbesar lagi lubang lluarnya agar air dapat masuk dengan baik,” terangnya kepada pemborong, Selasa (04/08/2015).

Menurutnya, setiap jarak minimal setiap lima meter haruslah terdapat dua tali air yang dimaksudkan agar air yang biasa menggenangi jalan saat penghujan tiba bisa lebih cepat tersalurkan sehingga tidak akan menyebabkan banjir air di jalan yang bisa menyebabkan kemacetan dan kerugian lainnya. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh para pemborong.

“Kalau overlaynya kan sudah ada petugas khususnya sendiri. Hanya saja dalam memperlebar dan memperbanyak jumlah tali air saja yang masih tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Jika dibiarkan begitu saja percuma nanti, bakalan tidak ada efeknya kalau musim hujan tiba,” tuturnya.

Nur menjelaskan bahwa ukuran ideal untuk setiap tali air sebesar 40×40 sentimeter, namun pengerjaannya dilapangan, para pemborong membuatnya hanya kurang dari 20 sentimeternya saja. Hal inilah yang bisa menyebabkan aliran tidak lancar. “Di pengerjaan awalnya hanya berukuran 20×40 sentimeter dan didalamnya berukuran 40×40 sentimeter. Ini harus di perbaiki ulang lagi,” katanya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Depok, Manto mengatakan akan memperhatikan perintah Walikota Depok yang meminta dibenahinya kembali pengerjaan proyek overlay di Jalan Margonda Raya. “Apa yang sudah diarahkan oleh pak wali, akan kami perhatikan dan kami laksanakan dilapangannya,” tandasnya.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)