Kasus Gizi Buruk di Kota Depok Masih Tinggi

Kasus Gizi Buruk di Kota Depok Masih Tinggi

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam upayanya untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan menurunkan gizi buruk diwilayahnya saat ini masih terus dilakukan. Di dalam upayanya tersebut, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok tercatat sudah tiga tahun lamanya upaya tersebut dilakukan namun hingga sampai saat ini masih belum mendapatkan hasil yang diharapkan.

Terhitung pada tahun 2014 lalu, jumlah kasus balita penderita gizi buruk mencapai 75 kasus yang tersebar di sejumlah daerah di dibilangan kota Depok. Hal ini terus menerus menjadi sorotan publik.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok, Ety Rohayati dalam menanggapi perihal tersebut mengatakan bahwa pihaknya dalam menanggulangi permasalahan tersebut saat ini terus melakukan berbagai upaya guna menekan kasus gizi buruk diwilayahnya dengan melakukan beberapa kegiatan yang diantaranya melakukan penanggulangan kesehatan gratis di seluruh kelurahan.

Dari upayanya tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok berhasil mengurangi angka kematian balita dan kasus gizi buruk di kota Depok dari tahun ke tahun. Dari informasi yang terhimpun dari tahun 2012 lalu, kasus gizi buruk di wilayah kota Depok mencapai hingga 0,9 persen atau sebanyak 120 kasus dari jumlah balita sebanyak 127.260 jiwa. Di tahun 2013, angka kasus tersebut turun menjadi 0,8 persen atau sebanyak 87 kasus dari jumlah balita 115.745 jiwa. Dan pada tahun 2014 kasus tersebut terus menyusut menjadi 0,6 persennya saja, atau 75 kasus dari jumlah balita 127.101 jiwa.

“Upaya kami dalam memerangi gizi buruk di Depok terus kami lakukan dengan mengupayakan beberapa kegiatan penanggulangan di seluruh Kecamatan dan di tiap tiap Kelurahannya. Meskipun pihak kami sudah bisa menekan angka kasus gizi buruk di tiap tahunnya, namun kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan target yang diharapkan di tahun ini,” tuturnya di Depok, Selasa (03/08/2015).

Ety pun mengatakan, bahwa pihaknya dalam memerangi gizi buruk di wilayah kota Depok selama tiga tahun belakangan ini terus menurun. Meskipun demikian, persentase keberhasilan dalam menekan angka kasus gizi buruk yang sudah dilakukan oleh pihaknya ini terbilang masih belum memenuhi harapan.

Oleh sebab itu, di tahun 2015 ini, pihaknya berjanji akan terus memperkecil kasus gizi buruk dengan memberdayakan seluruh Puskesmas dan Posyandu yang ada di kota Depok untuk terus melakukan himbauan dan pengecekan kesehatan balita secara berkala dan diberikan imunisasi yang sesuai dengan porsinya.

“Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengurangi gizi buruk di Kota Depok dengan melakukan beberapa kegiatan pencegahan berupa penyuluhan kepada seluruh masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan yang dikhususkan bagi anak anak, agar mereka terhindar dari gejala gizi buruk,” katanya.

Banyaknya kasus gizi buruk di wilayah kota Depok saat ini menurut Ety hal tersebut terjadi kebanyakan karena para penderita gizi buruk menderita penyakit tuberkulosis. Seperti yang diketahui bahwa penyakit tuberkulosis dalam penanganannya tidak disertai oleh pengaturan asupan gizi, sehingga menyebabkan kepada timbulnya gizi buruk.

Dalam mengatasi hal tersebut, Ety menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Depok, agar turut serta berpartisipasi dalam mencegah timbulnya gizi buruk dengan cara memberikan asupan yang sehat kepada anak dan rutin mengecek kesehatan.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)