Dekati Level Terendah di 1998, Rupiah 13.536 per Dolar AS

Dekati Level Terendah di 1998, Rupiah 13.536 per Dolar AS

HarianDepok.com – Bisnis , Kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terjadi akibat adanya ekspektasi kenaikan suku bunga yang bakal dilakukan oleh Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).  Berdasarkan dari data Bloomberg pada jumat (07/08/2015) pukul 10.20 WIB, rupiah diperdagangkan pada level 13.534 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level 13,529 per dolar AS.  Sementara pada pembukaan hari ini, rupiah berada di level 13.535 per dolar AS.

Dimulai pagi sampai siang tadi rupiah masih berada di kisaran 13.510 per dolar AS sampai 13.548 per dolar AS.  Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 7 poin menjadi 15.536 per dolar AS dari yang sebelumnya pada perdagangan kemarin 13.529 per dolar AS. Dari mulai awal tahun ini, nilai tukar rupiah terus tertekan. Pada awal Januari 2015, rupiah berada di level  12.474 per dolar AS. Bila dihitung, rupiah sudah melemah sebesar 8,5 persen.

Namun posisi rupiah saat ini memang belum terlalu buruk bila dibandingkan dengan tahun 1998 lalu. Kala itu, rupiah pernah menyentuh level 15.000 per dolar AS. Tetapi dalam tenggang waktu 17 tahun terakhir, nilai tukar rupiah belum pernah kembali tertekan cukup dalam seperti sekarang ini. Pelemahan rupiah ini akibat dipengaruhi adanya beberapa sentimen. Pertama tentu saja penguatan dolar AS karena ada ekspentasi rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Tetapi selain sentimen dari luar, sentimen dari dalam negeri juga mempengaruhi nilai tukar rupiah. Pengumuman dari pertumbuhan ekonomi yang kembali melemah juga menekan nilai tukar rupiah karena investor melakukan aksi jual rupiah. Menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2015 sebesar 4,67 persen atau turun dari realisasi kuartal sebelumnya 4,72 persen.

Hingga semester I, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7 persen, dan mengalami turun dari periode yang sama pada tahun lalu sekitar 5,17 persen. Karena dipicu lesunya perekonomian global,  Level tersebut pun melambat, termasuk negara mitra dagang Indonesia serta pelemahan harga komoditas. Secara kumulatif,  pada semester I 2015 ekonomi Indonesia bertumbuh 4,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sejak kuartal I 2011? pertumbuhan ekonomi Indonesia memang semakin melambat,  yang terealisasi hanya mencapai 6,48 perse. penyebab utama pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat akibat kondisi yang sama dihadapi perekonomian global sepanjang periode April hingga Juni 2015. Hal ini adalah sebagai dampak rendahnya harga berbagai komoditas di pasar internasional. Komoditas yang masih mencatatkan penurunan harga?, yaitu beras, jagung, kedelai, bijih timah, daging sapi, bijih besi, dan yang lainnya.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: