Akibat Jual Premium, Pertamina Merugi Hingga Rp 80 Miliar Per Hari

Akibat Jual Premium, Pertamina Merugi Hingga Rp 80 Miliar Per Hari

HarianDepok.com – Bisnis , Akibat menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di bawah harga keekonomian , PT Pertamina (Persero) pun terus mengeluh karena harus menanggung rugi. Berdasarkan dari data Pertamina, kerugian yang harus ditanggung mencapai hingga Rp 80 miliar per hari.

Seperti yang dikatakan Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) dalam diskusi publik di Cikini, Jakarta pada Rabu (05/08/2015), “Kita dalam menjual Premium ada perbedaan selisih Rp 1.000 lebih rendah dibandingkan dengan harga keekonomian, jika satu hari kita menjual 80 juta liter, dikalikan saja. Sudah mencapai Rp 80 miliar sehari Pertamina rugi,” ungkapnya.

Walaupun terus mengeluh rugi, mau tidak mau Pertamina harus menerima keadaan tersebut. Mengingat jika kebijakan menjual Premium di bawah harga keekonomian adalah kebijakan dari pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Pertamina pun meminta mulai tahun depan pemerintah menyiapkan dana stabilisasi BBM untuk meringankan beban akibat kerugian menjual Premium. Dengan dana tersebut, pemerintah ikut menutup kerugian Pertamina.

Pemerintahan Jokowi – JK sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan baru yakni menyediakan dana stabilisasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dana ini akan digunakan untuk menekan kerugian yang ditanggung Pertamina dalam menjual Premium. Pasalnya, ada kalanya Pertamina dilarang untuk menaikkan harga Premium ketika harga minyak dunia kembaki naik.

Menteri ESDM Sudirman Said di Kantor Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/07/2015) mengatakan, “Saya sudah tekankan berkali-kali akan dibentuk dana stabilisasi BBM. Niat suatu ketika harga minyak dunia turun, kelebihannya akan dijadikan kompensasi untuk menutup kerugian tersebut,” tuturnya.

Sudirman menegaskan, anggaran stabilisasi BBM ini tidak akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini akan diambil dari kelebihan uang Pertamina dalam menjual Premium saat harga minyak dunia mengalami penurunan.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: