Pengembang Properti di Depok Tidak Lagi Pasang DP KPR Murah

Pengembang Properti di Depok Tidak Lagi Pasang DP KPR Murah

HarianDepok.com – Berita , Industri properti di wilayah kota Depok dalam hal KPR pada pekan depan akan mengalami perubahan yang cukup signifikan yang pada beberapa waktu lalu para pengembang masih mematok ‘Down Payment’ untuk satu unit rumah sebesar Rp.5 juta hingga Rp.10 juta saja untuk type rumah 36/60 kini akan mengikuti aturan normal Bank Indonesia yang menetapkan DP KPR sebesar 20 persen dari harga jual.

Hal ini berimbas kepada penurunan daya minat oleh masyarakat terhadap aturan KPR yang diterapkan oleh Bank Indonesia tersebut yang menganggap bahwa DP sebesar 20 persen untuk dapat memiliki satu unit rumah sangatlah tidak sesuai dengan rata rata penghasilan masyarakat kota Depok saat ini.

Rere, salah seorang warga Depok yang berprofesi sebagai buruh di salah satu perusahaan ternama di Jakarta mengaku bahwa sampai saat ini dirinya sangat ingin sekali mempunyai sebuah rumah, namun hal tersebut sampai saat ini belum tercapai lantaran penghasilannya yang belum bisa dikatakan cukup untuk memenuhi persyaratan para pengembang properti saat ini.

“Pengen banget punya rumah sendiri lah, enakan gitu, punya rumah daripada ngontrak. Cuman ya gitu deh mas, tau sendiri DP KPR nya aja udah tinggi banget sekarang gimana bisa punya rumah,” keluhnya (22/07/2015).

Erwin Shuez, Marketing Indoalam Residence, Citayam, Depok, Jawa Barat dalam menanggapi aturan tersebut mengatakan bahwa sebetulnya DP sebesar 20 persen dari harga rumah tersebut memang sudah menjadi aturan Bank Indonesia sejak lama. Jika memang ada yang mematok DP sebesar 5 atau 10 juta saja, itu disebabkan oleh adanya promosi dari para pengembang.

“Sebetulnya untuk DP awal KPR itu sebesar 20 persen yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia saat ini, namun jika memang ada DP yang lebih murah itu lebih disebabkan oleh adanya promosi yang ditawarkan sementara waktu oleh para pengembang saja, selebihnya ya normal kembali,” ujarnya kepada rekan media dilapangan (22/07/2015).

Menurutnya hal tersebut bukannya ditujukan untuk membebani masyarakat dalam memiliki rumah, namun DP tersebut dimaksudkan untuk mengurangi resiko kerugian yang ditanggung oleh para Bank penyedia layanan KPR yang selama ini selalu dirugikan oleh para kreditor dengan DP murah yang tidak menyelesaikan kewajibannya sampai tuntas.

Oleh sebab itu, demi meminimalisir kerugian tersebut, DP sebesar 20 persen dari harga jual langsung ditetapkan oleh Bank Indonesia.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)