Demi Anaknya Perempuan ini 40 Tahun Menyamar Sebagai laki – laki

demi-anaknya-perempuan-ini-40-tahun-menyamar-sebagai-laki-laki

HarianDepok.com – Berita Unik – Perempuan 65 tahun di Kota Luxor, Mesir, menjalani hidup selama empat dekade sebagai laki-laki. Dia bernama Sisa Abau Dauh El-Nemr.

“Saya masih 16 tahun ketika menikah. Suami saya meninggal ketika saya hamil enam bulan,” ujar Sisa, seperti dilansir Russian Today, Senin (13/7).

Setelah dia melahirkan, Sisa tinggal dengan ibu mertuanya selama 40 tahun.

“Lalu saya disuruh menikah lagi,” kenangnya.

Tapi Sisa memutuskan dia akan merawat putrinya sendiri dengan mencari pekerjaan.

“Saya memang sudah bekerja keras. Tapi itu lebih baik ketimbang punya suami kedua. Saya lebih baik makan tanah dan menyuapi anak saya dengan batu ketimbang kawin lagi,” ujar perempuan berwajah sendu ini.

Karena dibesarkan dalam keluarga konservatif, di tahun 1970-an Sisa tahu bahwa kaum hawa tidak seharusnya bekerja. Oleh sebab itulah dia menyamar sebagai laki-laki untuk mencari pekerjaan supaya bisa membesarkan anaknya. Dia kemudian memakai baju laki-laki dan mendapat penghasilan.

“Saya membuat batu bata, memanen tanaman. Saya punya banyak pekerjaan,” kata dia.

Bahkan Sisa mengaku dia bekerja sebagai penyemir sepatu sejak 1981 hingga kini.

“Sejak suami meninggal ketika hamil, saya tidak pernah meminta bantuan kepada orang lain. Saya menghadapi dunia sendirian,” katanya lirih.

“Saya membuat batu bata untuk membangun rumah sendiri.”

Setelah 40 tahun hidup sebagai laki-laki, dia akhirnya dinobatkan sebagai “ibu terbaik’ oleh para pejabat di Kota Luxor.

Sebagai penghargaan atas perjuangan hidupnya, Sisa diberi kesempatan bertemu dengan Presiden Abdul Fatah al-Sisi. Sata menemui presiden, Sisa masih mengenakan baju tradisional pria dan turban.

Ketika nama Sisa semakin terkenal, dia dibawa ke Kairo.

“Ke departemen radio dan televisi,” kata dia. Ketika ditanya apa yang dia inginkan, Sisa menjawab dia ingin punya warung di Luxor.

“Mereka memberi saya izin membuka warung,” kata Sisa.

Meski begitu Sisa masih harus banyak bekerja. Setelah dia menikahkan putrinya, Sisa masih seperti yang dulu. Dia memakai baju pria dan menyemir sepatu. Dia menghidupi keluarga putrinya: lima anak dan suami yang sakit parah.

“Saya menafkahi mereka semua. Putri saya 43 tahun tapi saya lebih kuat,” ujar Sisa.

warga lokal mengatakan sudah sulit mengubah karakternya sekarang.

“Dia tidak mau jadi perempuan. Saya memperlakukan dia layaknya laki-laki,” kata seorang pria yang mengenal Sisa bertahun-tahun.

“Dia setara dengan selusin laki-laki,” kata warga yang lain.

[Irma wulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer