Kapuk Valley Community: “Ngejaring” Anak Kos

Bila melintasi Jalan Kapuk, Margonda, Depok Jawa Barat Anda akan melihat banyak kabel jaringan (LAN) malang melintang diantara pepohonan, kabel listrik, dan kabel telepon warga. Kabel tersebut adalah “buah karya” Kapuk Valley Network Community (Kaval).

Komunitas networking di Depok merupakan salah satu komunitas lama di kawasan kita ini. Mereka sudah dikenal oleh warga sekitar sejak 9 tahun yang lalu, kegiatan dari komunitas ini adalah menghubungkan komunikasi satu rumah kos ke rumah kos lainnya secara online melalui kabel jaringan tersebut.

Hasil dari kabel jaringan (LAN) biasanya dimanfaatkan untuk berkirim email, chatting, tukar menukar bahan kuliah, menonton film, dan mendengarkan radio. Seringkali LAN juga dimanfaatkan juga oleh masyarakat disekitar untuk menjual produk jasa seperti, cuci dan seterika baju atau makanan kecil. Teknologi hasil Kaval ini memudahkan efektivitas penghuni kos, tak perlu berjalan jauh ataupun mengetuk pintu kamar kos untuk berkomunikasi

Kaval sendiri terbentuk pada tanggal 17 November 2002 dan sekarang memiliki anggota aktif sekitar 200. Sebagian besar anggota komunitasnya merupakan mahasiswa yang juga penghuni kos di kawasan Kapuk. Untuk mempererat tali silahturahmi sesama anak kos dan anggota Kaval, mereka rutin menggelar Kapuk Gathering setiap pertengahan tahun.

“Sebenarnya anggota kita sudah mencapai sekitar 1000, namun yang aktif hanya sekitar 200-an, karena kita ini kan anak kos. Karena penghuni kos kan keluar masuk, tidak tetap,”ujar Muhammad Fauzan (24), Ketua Kapuk Valley Community.

Selain jaringan antar kostan, komunitas ini juga sering terlibat langsung dengan acara sosial, seperti donor darah PMI dan bakti sosial dengan yayasan anak jalanan. Jika Anda ingin bergabung dengan Kapuk Valley Network community ini cukup mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 30.000,- dan iuran perbulan Rp.5.000,-. Tertarik?

Kapuk Valley Community
Kontak : Muhammad Fauzan (021-90676028)

Imam Fathurrahman
Foto    : dok. Kaval

author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)