DPRD Kota Depok Desak Dinkes Untuk Ajukan Perda Mengenai HIV/AIDS

DPRD Kota Depok Desak Dinkes Untuk Ajukan Perda Mengenai HIV AIDS

HarianDepok.com – Berita , Virus HIV yang hingga kini masih belum ada obatnya ini mendapat perhatian khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Depok yang mengecam adanya virus tersebut beredar luas di wilayah Kota Depok. Untuk mengantisipasi hal tersebut, DPRD kota Depok saat ini tengah mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok agar segera mengajukan Peraturan Daerah (Perda) HIV/AIDS.

Didesaknya pihak Dinas Kesehatan kota Depok ini disebabkan oleh minimnya penanganan, penanggulangan dan pencegahan kepada para penderita virus yang sangat mematikan tersebut, yang berakibat kepada banyaknya para penderita pengidap penyakit tersebut yang enggan melaporkan dirinya untuk mendapatkan pengobatan yang layak.

Wakil Ketua Komisi D DPRD kota Depok, Muhammad Hafid Nasir dalam menanggapi permasalahan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kota Depok saat ini sangatlah membutuhkan Peraturan Daerah (Perda) yang berisi mengenai ketahanan keluarga dalam rangka menanggulangi adanya virus HIV/AIDS di kota Depok.

“Ini harus segera ditanggulangi dan harus diberikan perhatian secara intensif kepada para pengidap virus HIV/AIDS yang ada di kota Depok. Mereka kan warga Depok yang sangat membutuhkan perhatian dan penanganan, janganlah dibiarkan begitu saja, harus kita bantu,” ujarnya kepada media (07/07/2015).

Menurutnya, untuk dijadikan Perda mengenai permasalahan Virus HIV ini sangatlah tepat, selain baik untuk masyarakat, Perda tersebut juga sangatlah ampuh untuk mencegah adanya penularan virus mematikan tersebut ke masyarakat luas.

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Lies Karmawati dalam menanggapi desakan dari DPRD tersebut mengaku bahwa sampai saat ini Perda yang diminta oleh DPRD kota Depok tersebut masih terlalu dini. Pasalnya, program untuk menangani virus HIV di kota Depok belum menjadi prioritas utamanya.

“Memang saat ini untuk Perda mengenai virus HIV belum ada dan menurut saya hal tersebut belum terlalu penting. Namun untuk mengantisipasinya saat ini adalah diperlukannya penambahan jumlah dokter di beberapa rumah sakit dan di puskesmas untuk melayani para penderita HIV/AIDS. Untuk fasilitas kebutuhan penunjangnya sudah lengkap kok, semuanya juga kami gratiskan,” terangnya.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: