Kisah Hanung Bramantyo Dapatkan Malam Lailatul Qadar

Kisah Hanung Bramantyo Dapatkan Malam Lailatul Qadar

HarianDepok.com – Entertaiment – Selebriti , Sutradara ternama, Hanung Bramantyo mengisahkan bila dirinya pernah mendapatkan malam lailatul qadar ketika tengah mempelajari ilmu agama di sebuah pesantren. Ia pun menceritakan secara terperinci tentang malam tersebut. “Saya pernah mendapatkan malam lailatul qadar saat masih di pesantren. Kunci untuk kita tahu jika kita mendapatkan malam lailatul qadar itu setelah puasa,” ujar Hanung di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (07/07/2015).

Hanung melanjutkan, saat telah mendapatkan malam lailatul qadar, dirinya juga mendapatkan ujian usai di bulan Ramadan. “Saat itu saya merasa jika saya melakukan apa pun itu dosa. Sampai saya memakai baju putih, celana putih, pas saya kentut celana langsung saya ganti karena saya merasa itu sudah najis,” tutur Hanung. Apa alasan mengapa suami Zaskia Adya Mecca ini yakin jika dirinya telah mendapatkan malam lailatul qadar, karena dirinya menceritakan semua yang ia alami kepada guru religinya.

“Saya cerita mengenai keadaan saya saat itu kepada kiai saya. Ia bilang insya Allah itu kamu mendapat malam lailatul qadar,” ceritanya. Usai dirinya memberitahukan kepada pengasuh pesantren tersebut, Hanung pun baru benar-benar mengerti arti iman yang sebenarnya. “Kita mendapat rasa cinta yang besar, ketika kita berbuat sesuatu itu takut melukai perasaan orang yang kita cintai. Pas saya belajar agama lebih dalam, itulah arti iman yang sesungguhnya. Iman adalah cinta.

Seperti kita pacaran. Jadi, saya lebih suka dikatakan orang yang mencintai Allah, bukan orang yang beriman kepada Allah,” ungkapnya. Seperti yang telah dijelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Di 10 hari pertama Ramadan penuh dengat rahmat, 10 hari kedua magfirah, dan 10 hari ketiga bebas dari api neraka.

Kelebihan bulan Ramadan daripada bulan lainnya terdapat dalam 10 hari ketiga Ramadan, yakni hadirnya malam lailatul qadar, adalah malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Jadi, ketika di malam lailatul qadar kita beribadah, itu sama saja kita telah yang menjalani ibadah selama 1000 bulan.

[ EniGayoe/HD ]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok