Mengetahui Ciri dan Tanda Hadirnya Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Hadits

Mengetahui Ciri dan Tanda Hadirnya Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Hadits

HarianDepok.com – Ramadhan , Dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan, ciri dan tanda datangnya malam Lailatul Qadar menjadi sebuah topik yang penting. Maka umat muslim pun berbondong-bondong demi mendapatkan kemuliaan malam tersebut, yang tidak satupun orang mengetahui kapan tibanya malam tersebut. Namun kemuliaan malam tersebut hanya dikaruniakan Allah kepada umat muslim, dan tidak diberikan kepada umat sebelumnya.  Lantas apa saja kah keistimewaan malam Lailatul Qadar?

Secara harafiah, Lailatul Qadar memiliki arti ‘malam kekuatan atau malam kemuliaan’. Malam ini digambarkan dengan indah dalam Surah Al-Qadr:1-5, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan  lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan hingga terbit fajar.”

Keistimewaan malam Lailatul Qadar ini tersimpan dalam balutan rahasia. Umat muslim tidak diberitahu kapan malam yang begitu mulia ini akan hadir. Banyak yang orang yang meyakini, jika malam ini hadir pada tanggal ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (H.R  Bukhari). Selanjutnya ada riwayat lain, “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim).

Sebagian besar orang juga menganggap, malam Lailatul Qadar dapat ditandai dengan keadaan alam pada malam tersebut. Terdapat beberapa riwayat mencantumkan, bahwa malam tersebut akan terasa tenang, angin sepoi-sepoi. Hal ini disusul dengan keesokan harinya, matahari tidak terlalu panas dan langit akan berawan. Menurut pakar tafsir dari Universitas Al Azhar Mesir, Dr HM Muchlis Hanafi mengatakan, malam Lailatul Qadar lebih besar dari ciri-ciri seperti itu.

“‘Tanda-tanda fisik seperti itu secara logika sulit diterima, karena sangat relatif, tergantung musim. Kalau musim hujan, ya  pasti mendung, apalagi dengan perubahan iklim saat ini. Jadi, tanda-tanda fisik itu tidak dapat dijadikan ukuran. Tanda yang pasti adalah salaamun hiya hatta mathla’il fajr (penuh dengan kesejahteraan hingga terbit fajar),” tutur Mukhlis. Pemaknaan kesejahteraan sampai terbit fajar ini, selain sebatas fajar keesokan hari usai malam Lailatul Qadar.

Namun juga dapat memiliki makna, keberkahan, kesejahteraan, dan kedamaian hingga tiba fajar kehidupan yang lebih abadi, atau alam akhirat. Dengan demikian, ciri seseorang mendapatkan keberuntungan dari malam Lailatul Qadar juga dapat dilihat dari sini. Seorang muslim yang mencari malam Lailatul Qadar, semestinya akan mengalami perubahan dalam sisi spiritualnya. Orang tersebut akan melakukan iktikaf, berdiam diri di dalam masjid demi ridha Allah dan terus berintrospeksi atas segala perbuatannya.

Sebab itu, , dari kegiatan ini seharusnya ia akan lebih dekat lagi kepada Allah, lebih mudah bersyukur, lebih ikhlas dan lebih terlepas dari kepentingan duniawi. Apabila ia sanggup mempertahankan hal-hal seperti ini selain selama di bulan Ramadhan, namun pada bulan-bulan berikutnya , dan terus ada peningkatan, insya Allah orang tersebut akan masuk kedalam golongan mereka yang beruntung mendapatkan berkah malam Lailatul Qadar.

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok