Dinas Pendidikan Kota Depok Terlibat Kasus Korupsi, Nur Mahmudi Ismail Tak Tahu

Dinas Pendidikan Kota Depok Terlibat Kasus Korupsi, Nur Mahmudi Ismail Tak Tahu

HarianDepok.com – Berita , Adanya dugaan kasus korupsi yang melibatkan salah satu Dinas milik pemerintah daerah kota Depok saat ini tengah dilakukan penyelidikan secara intensif oleh pihak kepolisian. Diketahui bahwa pada beberapa waktu lalu Dinas Pendidikan Kota Depok telah diberitakan bahwa telah terjadi kasus penggelapan dana sebesar Rp 15,8 miliar yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai dana bantuan sosial.

Hingga kini pemeriksaan mengenai kasus dugaan korupsi di kubu Dinas Pendidikan kota Depok masih terus dilakukan. Kepala Sub Direktorat V Bidang Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Adjie Indra Dwiatma mengatakan, hingga kini proses penyelidikan masih terus dilakukan. Dari hasil penyelidikan tersebut, pihak kepolisian telah berhasil menemukan ribuan paket yang berisi sepatu dan seragam sekolah yang belum tersalurkan.

Menurutnya seharusnya paket seragam sekolah dan sepatu tersebut sudah diberikan kepada seluruh siswa yang telah tercatat mendapatkannya. Namun saat dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, masih banyak seragam sekolah dan sepatu yang belum dibagikan.

Diketahui bahwa dana yang dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah itu didapat dari dana bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah kota Depok yang diajukan oleh Badan Anggaran DPRD kota Depok untuk diberikan kepada Dinas Pendidikan Kota Depok sebagai pelaksana pengadaan perlengkapan sekolah.

“Dari hasil pemeriksaan saksi di 45 SD, kami telah menemukan ribuan pasang sepatu dan seragam sekolah yang tidak sampai kepada siswa penerima. Kami juga telah menyelidiki pabrik penerima tender yang berlokasi di Bandung,” terangnya kepada wartawan, Selasa (30/06/2015).

Dari hasil penyelidikan ke pabrik pelaksana yang berlokasi di Bandung, pihak kepolisian menemukan adanya perbedaan rancangan dan biaya pengerjaan yang tidak sesuai dengan hasil keputusan dengan perbedaan selisih biaya cukup besar. Adjie pun juga mengatakan, dalam beberapa waktu kedepan, pihaknya akan segera mengumumkan nama pelaku.

Walikota Depok, Nur mahmudi Ismail saat dikonfirmasi oleh media mengenai kasus dugaan korupsi yang melibatkan Dinas Pendidikan Kotanya mengaku bahwa dirinya pun juga belum mengetahui tentang persoalan tersebut. “Saya tidak tahu,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna Rancangan Perda di Depok, Selasa (30/06/2015).(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: