Sulit Dapatkan PRT, Warga Arab Saudi Beli Piring Langsung Buang

Sulit Dapatkan PRT, Warga Arab Saudi Beli Piring Langsung Buang

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Pemberitaan mengejutkan datang dari tanah suci, Arab Saudi. Selama bulan Ramadan tahun ini, penjualan piring, gelas, sendok,  hingga garpu plastik meningkat drastic di sejumlah kota besar. Misalnya seperti Ibu Kota Riyadh, Taif dan Jeddah. Menurut sumber di pemerintahan Arab Saudi yang diwawancarai oleh pihak Stasiun Televisi Al Arabiya, pada Minggu (28/06/2015), mengungkapkan fenomena pembelian piring plastik ini disebabkan oleh ketatnya pasokan pembantu rumah tangga asing.

“Peralatan dapur dari plastik itu lebih praktis, sehingga mereka tinggal membuangnya setelah makan. Keluarga Arab Saudi tidak perlu mencuci dan bersih-bersih sendiri,” tuturnya. Masalah ketergantungan keluarga kelas menengah di Arab Saudi terhadap PRT asing, baik yang berasal dari Filipina, Indonesia, hingga Ethiopia masuk dalam taraf akut. Seperti yang dikatakan salah satu pejabat pemerintah Saudi, mereka tidak dapat berkutik untuk mengubah kebiasaan manjanya itu.

“Begitu bergantungnya keluarga Arab Saudi kepada PRT, sehingga para majikan pun mau menerima kenaikan gaji dengan jam kerja yang semakin ringan,” ujarnya. Saat ini di pasar tenaga kerja resmi sendiri jumlah PRT yang tersedia di Arab Saudi semakin berkurang. Apalagi setelah Indonesia menghentikan pengiriman TKI untuk menjadi seorang pembantu rumah tangga. Kondisi seperti ini menyebabkan munculnya praktik PRT ilegal. Umumnya PRT gelap ini disewakan oleh sang majikan dengan tarif per jam, antara 25 Riyal sampai 40 riyal.

Dari berbagai tenaga kerja asing, PRT asal Indonesia menjadi rebutan di pasar gelap tersebut karena kualitas pekerjaannya sudah dianggap paling mumpuni. “Permintaan untuk pembantu asal Indonesia sangat tinggi. Bila ada yang berani menyelundupkan TKI ilegal butuh dana sampai 35 ribu Riyal,” ucap salah satu sumber pemain di pasar PRT ilegal. Menurut kabar TKI yang nekat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi pada umumnya memakai visa umroh. Mereka itulah yang kemudian disalurkan oleh para pemain pasar gelap ke bagian pembantu rumah tangga.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: