Wow! Sisa APBD Tahun 2014 Depok Mencapai Rp 700 Miliar Lebih

Wow! Sisa APBD Tahun 2014 Depok Mencapai Rp 700 Miliar Lebih

HarianDepok.com – Berita , Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Depok dalam mengawasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Depok saat ini tengah mengawasi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) kota Depok yang besarannya sekitar Rp 700 miliar lebih. Hal tersebut sengaja diawasi guna mencegah adanya penggelapan dari sisa dana tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan bahwa sisa anggaran yang berjumlah lebih dari Rp 700 miliar tersebut sangatlah terlalu besar. Dirinya menilai besarnya sisa dana tersebut diakibatkan oleh kurang optimalnya pemerintah daerah dalam menggunakan APBD kota.

“Ini harus menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah agar kedepannya jangan ada lagi laporan mengenai menumpuknya sisa APBD. Tercatat sisa anggaran APBD tahun 2014 yang paling besar ada di Bimasda dan Dinas Pendidikan. Saat kami mengevaluasi perihal tersebut memang ada beberapa persoalan kendala yang masuk akal,” terang Hendrik kepada wartawan, Minggu (28/06/2015).

Dari keterangannya mengenai banyaknya sisa anggaran APBD tahun 2014 saat ini disebabkan oleh banyaknya proyek yang gagal lelang di instansi tersebut. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh perangkat daerah kota Depok untuk dapat bekerja dengan maksimal sehingga Silpa yang sebesar itu dapat segera disalurkan ke proyek proyek pengembangan kota Depok.

Dengan sisa waktu yang hanya tinggal lima bulan ini, diharapkannya seluruh perangkat daerah agar segera membenahi diri dengan kinerja yang maksimal untuk dapat membangun kota Depok sebagai kota penunjang Ibukota yang sarat akan perkembangan kotanya.

Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail dalam keterangannya menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa terjadinya sisa APBD yang jumlahnya sangat besar tersebut diakibatkan oleh adanya kendala di beberapa program pemerintah yang menyebabkan terjadinya sisa yang besar di APBD tahun 2014. “Banyaknya program yang gagal menjadi penyebab terjadinya sisa anggaran. Namun, meski hal ini kerap terjadi saya optimis bisa memaksimalkan pendapatan daerah dengan sebaik baiknya di rentang waktu yang hanya lima bulan ini,” tandasnya.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: