Puluhan Botol Miras Kembali Diamankan Petugas Kepolisian

Puluhan Botol Miras Kembali Diamankan Petugas Kepolisian

HarianDepok.com – Berita , Maraknya peredaran minuman keras di kota Depok menuai aksi protes dari berbagai elemen masyarakat islam di kota Depok. Tak ubahnya Front Pembela Islam (FPI) Cabang Kota Depok yang tak pernah berhenti menyuarakan aspirasinya untuk menolak adanya minuman keras dan narkoba beredar di kota ber ikon belimbing.

Selain tidak sesuai dengan ajaran agama, minuman keras dan narkoba juga dapat merugikan kesehatan. Oleh sebab itu banyak masyarakat Depok yang menolak adanya peredaran dan penjualan minuman keras di kota Depok.

Dengan berlandaskan hukum negara dan aturan daerah, kepolisian kota Depok pun terus menerus melakukan operasi di seluruh wilayahnya untuk membasmi peredaran minuman keras ilegal. Dari operasi yang kerap kali digelar oleh kepolisian Depok tersebut, sedikitnya ribuan botol disita dan dimusnahkan oleh petugas pada beberapa waktu lalu. Meski operasi terus digelar oleh petugas, penjualan barang haram tersebut masih saja ada.

Demi menjaga lingkungan kota Depok yang bersih dari adanya peredaran minuman keras, beberapa waktu lalu, pihak kepolisian kota Depok bersama Danramil Bojong Gede melakukan razia minuman keras di beberapa lokasi yang diindikasikan sebagai tempat penjualan minuman keras dan barang ilegal lainnya.

Hasil dari razia yang digelar oleh petugas gabungan di Jalan baru, Pemda, Cibinong, Jawa Barat, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang barang ilegal dan minuman keras yang didapat dari beberapa warung jamu yang beroperasi di wilayah tersebut. Sedikitnya petugas berhasil menyita dua krat botol minuman keras berjenis anggur dan 80 liter ciu yang sudah dikemas dan siap untuk dijual.

Kapolsek Kompol Ganet Sukoco mengatakan tanggapannya kepada media mengenai hal sebut mengatakan meski aturan dan hukum mengenai larangan peredaran minuman keras ilegal telah dikeluarkan oleh pemerintah puaat dan pemerintah daerah tetap saja masih banyak yang menjual minum minuman keras secara sembunyi sembunyi.

“Merujuk kepada hukum yang berlaku, semua para pedagang yang menjual minum minuman keras ilegal akan kami tindak tegas dan barang barang tersebut juga kami akan sita,” ungkap Ganet, Minggu (26/06/2015).

Setelah berhasil mengamankan lokasi tersebut, para petugas di bawah pimpinan Ganet ini langsung melanjutkan penyisiran ke Jalan Kincir, Desa Bojong Baru yang diindikasikan menjadi tempat trak trakkan anak motor. Dari hasil penyisiran tersebut, polisi tidak menemukan aksi balapan liar.

“Dari hasil penyisiran, tidak didapati adanya aksi balapan liar. Namun ada beberapa kendaraan yang kami tindak karena pengendara tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat surat kendaraannya,” ungkapnya.

Menurut keterangannya, bahwa razia akan terus digelar hingga menjelang hari raya dikarenakan pada saat bulan puasa ini, banyak sekali aksi aksi kriminal terjadi. Beberapa aksi kriminal dan aksi yang biasa terjadi di bulan puasa diantaranya adalah aksi tawuran dan balapan liar.

“Kami akan terus menggelar Operasi Cipta Kondisi sampai hari lebaran tiba. Banyaknya aksi balapan liar dan tawuran yang terjadi di bulan puasa sudah kerap kali ditemukan. Kami akan terus berupaya mengamankan dan menindak para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” terangnya.

Dirinya pun juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dengan melakukan pengawasan dan tindakan preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban yang dimaksudkan untuk memperkecil adanya kegiatan kegiatan negatif yang dapat mengganggu khusyuknya umat islam dalam menjalankan ibadahnya di bulan puasa ini.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)