Pemkot Depok Gelar Program Pemerataan Pendidikan Dengan Menyisihkan 20 Persen Kuotanya Untuk Warga Miskin

Pemkot Depok Gelar Program Pemerataan Pendidikan Dengan Menyisihkan 20 Persen Kuotanya Untuk Warga Miskin

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kota Depok dalam upayanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terhadap masyarakat kurang mampu di kota Depok, saat ini tengah mewajibkan seluruh sekolah negeri yang ada wilayah kota Depok untuk menyisihkan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebanyak 20 persen yang akan diperuntukkan bagi peserta yang kurang mampu.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan, Tatik Wijayanti mengatakan, pemberian kuota sebanyak 20 persen oleh Pemerintah kota Depok kepada seluruh siswa dari golongan tak mampu dan anak berkebutuhan khusus ini bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan kepada seluruh masyarakat agar merata dengan harapan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kota Depok lebih berkualitas dan mampu bersaing.

Menurut penjelasannya bahwa pemberian kuota sebanyak 20 persen bagi siswa yang kurang mampu dan 1 persen bagi siswa berkebutuhan khusus ini sebagai salah satu upaya pemerintah kota Depok dalam memerangi kebodohan di wilayahnya dan menjadikan masyarakat kota Depok yang berkualitas.

“Kuota penerimaan siswa kurang mampu yang diwajibkan di tiap tiap sekolah di seluruh kota Depok sebanyak 20 persen dan bagi anak didik berkebutuhan khusus disediakan sebanyak 1 persen,”kata Tati di Depok, Jum’at (26/06/2015).

Di lain pihak,  Wakil Walikota Depok, KH Idris Abdul Shomad dalam keterangannya mengenai perihal tersebut mengatakan bahwa peran masyarakat dalam mensukseskan PPDB di kota Depok haruslah terus dilakukan. Selain untuk mengawasi proses PPDB, peran masyarakat sangatlah diperlukan untuk menjaga jangan sampai ada satu sekolah yang melakukan pungutan liar.

“Proses penerimaan PPDB harus terus diawasi, libatkan juga masyarakat sebagai orang terdepan yang mengawasi proses penerimaan ini. Jangan sampai ada pungutan liar saat proses penerimaan berlangsung. Jika ada hal seperti itu, saya harapkan untuk segera melaporkan kepada kami secepatnya untuk segera ditindak tegas,”

Menurutnya, tahun ini pemerintah kota Depok memang sengaja menyisihkan kuotanya sebanyak 20 persen untuk siswa dari golongan kurang mampu dan 1 persen dari siswa berkebutuhan khusus. Ini dimaksudkan untuk menjadikan masyarakat kota Depok agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: