Di Depan Pelaku Pasar Modal, Prabowo Sebut Lagi Soal Kebocoran

HarianDepok.com – Berita Nasional – Prabowo Subianto, calon presiden 2014-2019 dengan nomor urut 1, kembali mengemukakan soal kebocoran kekayaan negara. Kali ini, Prabowo menyebutkannya dalam acara Pemaparan Visi dan Misi Ekonomi & Pasar Modal Prabowo-Hatta di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Jumat (20/6/2014).

“Soal kekayaan yang hilang, saya rasa tiap hari ada ujian oral,” ujar Prabowo.

Kali ini, Prabowo menyebutkan sejumlah contoh kekayaan negara yang hilang. “Dari illegal fishing kita hilang Rp 100 triliun, US$ 10 miliar. Kalau tidak di politik saya ingin jadi juragan ikan,” katanya.

Selain dari perikanan, lanjut Prabowo, potensi kekayaan negara juga hilang dari ladang gas senilai US$ 50 miliar dan pembalakan liar mencapai Rp 30 triliun. “Jadi ini data yang bisa kita bagikan,” tegasnya.

Jika kekayaan negara yang belum tergali ini sudah termanfaatkan, lanjut Prabowo, bisa dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program pembangunan. Prabowo menjanjikan akan mencetak 2 juta hektar lahan pertanian baru, 3.000 km jalan raya, mendirikan bank tani dan nelayan, mendirikan lembaga tabung haji, sampai menyalurkan dana Rp 1 miliar per desa per tahun.

“Kita ingin pemerintahan yang bersih yang tidak akan mengizinkan permainan yang merugikan negara. Kita ingin mebangun ekonomi Indonesia incorporated. Kita telah lihat di Jepang, Malaysia, kita ingin Indonesia menuju incorporated,” papar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan ingin menjadikan bangsa Indonesia mandiri, tidak bergantung pada negara lain. “Saya tidak ingin jadi presiden yang rakyatnya cuma jadi kacung. Saya ingin nasionalisme,” tegasnya.

Dalam debat capres akhir pekan lalu, Prabowo menyebutkan adanya kebocoran kekayaan negara. Nilainya sangat besar.

“Tahun lalu, ketua KPK menyebutkan kebocoran dan kehilangan kekayaan negara 1 tahun sebesar Rp 7.200 triliun. Tim pakar kami menggunakan angka Rp 1.000 triliun, itu sudah fantastis,” kata Prabowo dalam ajang debat capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).

Dalam kampanye terbuka di Sulawesi Selatan pada Selasa (17/6/2014), Prabowo kembali menegaskan soal kebocoran tersebut. “KPK menyatakan tiap tahun hilang kekayaan kita Rp 7.200 triliun. Sasaran kami menyelamatkan Rp 1.000 triliun saja. Rp 1.000 triliun uang rakyat bagaimana kalau kita selamatkan, jadi negara seperti apa kita.” tuturnya.

 

 

[ADM/HD]

(Sumber :Detik.com)

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer