Polresta Depok Musnahkan Ribuan Tahu Berformalin

Polresta Depok Musnahkan Ribuan Tahu Berformalin

Sumber : VivaNews

HarianDepok.com – Berita – Cimanggis , Kepolisian kota Depok dalam upayanya memberantas peredaran bahan makanan berbahaya saat ini tengah gencar melakukan razia yang bekerjasama dengan instansi pemerintahan terkait ke beberapa lokasi yang diduga memasok serta memproduksi bahan pangan mengandung zat kimia tak layak konsumsi.

Beberapa waktu lalu, pihak kepolisian dengan dibantu oleh Dinas Pengawasan Obat dan Makanan kota Depok berhasil menggerebek sebuah pabrik tahu di bilangan Depok. Dari hasil penggerebekan tersebut sedikitnya ditemukan 50 kg formalin bubuk siap pakai dan ribuan buah tahu jadi berbahan zat kimia dan menangkap beberapa pelaku.

Barang bukti tersebut kini diamankan untuk dilakukan pengembangan serta penyelidikan lebih lanjut guna memutuskan peredaran barang tak layak konsumsi tersebut.

Demi menjaga komitmennya sebagai pengayom masyarakat yang baik, kepolisian kota Depok, baru baru ini tengah melakukan pemusnahan barang bukti berupa tahu berbahan kimia tak layak konsumsi yang disita dari hasil penggerebekan pabrik tahu beberapa waktu lalu yang berlokasi di kawasan Cisalak, Depok, Jawa Barat.

Diketahui bahwa pemusnahan barang bukti berupa ribuan tahu berbahaya tersebut dilakukan dilapangan parkir polresta Depok dengan disaksikan oleh pejabat kepolisian setempat dan rekan rekan wartawan. Dalam acara pemusnahan tahu berbahaya tersebut dihadirkan pula AT (40th) tersangka utama pemilik pabrik tahu berbahaya.

“Dalam acara ini, kami memusnahkan 8000 tahu berbahaya yang kami dapat dari hasil penggerebekan pabrik tahu di wilayah Cisalak. Ini sengaja kita lakukan untuk memberikan efek jera kepada para pengrajin tahu lainnya untuk tidak melakukan hal yang bisa merugikan konsumen,” tegas Kasat Narkoba, Polresta Depok, Komisaris Vivick Tjangkung.

Hingga kini, tersangka AT dijerat oleh petugas dengan pasal berlapis yaitu pasal 136 huruf b UU 18 tahun 2012 tentang pangan, pasal 140 UU 18 tahun 2012 dan pasal 55 ayat 1 butir 2e KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kota Depok tersangka AT mengaku telah melakukan perbuatannya sejak tahun 2010 silam dan seluruh hasil pabrik tahunya ini didistribusikan ke pasar pasar di tiga kota besar diantaranya, kota Jakarta, Bogor dan kota Depok.

Dirinya juga mengaku bahwa produksi tahunya tersebut memang sengaja dicampur bahan kimia berbahaya karena untuk meminimalisir kerugian. Dari pengakuannya tersebut keuntungan yang didapat dari penjualan tahu berbahan kimia berbahaya tersebut bisa mencapai Rp 150 juta tiap bulannya.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: