Arti Setiap Gerakan Shalat Menurut Linda O’ Riordan

Arti Setiap Gerakan Shalat Menurut Linda O' Riordan

HarianDepok.com – Kesehatan , Belum lama ini dalam penelitian yang dilakukan di UCSF Medical Center menemukan, bahwa pasien operasi jantung yang didoakan oleh orang lain lebih sanggup bertahan daripada pasien  yang tidak didoakan. Hal tersebut membuktikan bahwasanya kekuatan doa bukanlah sebuah omong kosong. Terdapat juga studi lain bahkan yang mengindikasikan, bahwa orang yang berdoa teratur kerap merasa lebih baik dan damai. Artinya, semakin sering berdoa, maka kesehatan juga akan semakin membaik.

Dalam buku yang ditulis oleh Linda O’ Riordan, R. N yang memiliki judul Seni Penyembuhan Sufi, menjelaskan bagaimana doa merupakan bagian integral dari semua agama di dunia serta merupakan pusat doktrin Penyembuhan Sufi. “Doa merupakan sumber makanan spiritual internal dan eksternal yang akan mengaktifkan ingatan terhadap sifat ilahiah dari diri kita dan hubungan kita dengan dunia gaib. Jadi mengapa shalat dilakukan lima waktu? karena doa ini dilakukan seiring pergerakan planet, matahari, dan siklus alam semesta,” tutur Linda.

Shalat Subuh misalnya, diibaratkan seperti menebar benih. Sementara shalat magrib dan isya diibaratkan menumbuhkan akar-akarnya dalam kegelapan dan sembunyi-sembunyi. Shalat subuh merupakan munculnya kuncup pertama, sementara shalat Zuhur adalah waktu menumbuhkan ranting-ranting dan salat Ashar merupakan buah dari pohon pengabdian. Dalam Al-Quran dinyatakan: Dan bertasbilah sambil memuji Tuhanmu sebelum matahari etrbit dan sebelum terbenam. Dan bertasbilah kami kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang. (QS. (50)L 39:39-40).

Menurut Linda, setiap gerakan shalat mempunyai arti yang luar biasa serta memberikan pengaruh khusus, baik secara fisik ataupun metafisik. Keseimbangan alam yang harmonis dari energi-energi subtil ini akan tersimpan selama shalat berlangsung. Ketika sikap tubuh berada dekat dengan jantung niat orang shalat, maka transformasi dari keadaan dasar menjadi keadaaan ilahiah akan menjadi mungkin. Tasawuf mengajarkan, konsentrasi dalam hati, kata-kata dan sikap tubuh ketika bersembhayang menggambarkan kebenaran tunggal pada saat bersamaan.

Mendirikan shalat berarti menyelaraskan aspek-aspek pikiran, kata-kata (pelafalan) serta tindakan (gerakan tubuh), sehingga akan meningkatkan kesehatan serta penyembuhan dalam sebuah medan energi. Dan pada akhirnya, kekuatan Tuhan menciptakan kemungkinan tidak terbatas dan kekuatan kita adalah untuk membawa kemungkinan paling besar ke dunia, seperti halnya Yang Maha Suci. “Jika kita memusatkan energi kita pada Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kenaikan merupakan hal yang mungkin dalam hidup ini,” ujarnya.

[ NurMungil/HD ]

Tags:
author

Author: