BNN Rangkul PKL Depok Guna Memberantas Peredaran Narkoba

BNN Rangkul PKL Depok Guna Memberantas Peredaran Narkoba

HarianDepok.com – Berita – Sukmajaya , Demi menjadikan generasi penerus Indonesia yang bersih dari zat psikotropika dan zat zat berbahaya lainnya, Pemerintah Indonesia hingga kini masih terus melakukan pengawasan serta pemberantasan terhadap narkoba. Selain mengawasi dan memberantas peredaran narkoba, pemerintah Indonesia pun juga terus melakukan penghimbauan serta penyuluhan ke seluruh wilayahnya untuk tidak memakai dan mengedarkan barang haram tersebut.

Melalui Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah Indonesia terus melakukan pencegahan, tindakan dan pemutusan rantai peredaran dengan melakukan kerjasama dengan pemerintah pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Di kota Depok sendiri saat ini, BNN tengah melakukan salah satu upayanya untuk mempersempit peredaran narkoba di wilayah kota ber ikon belimbing ini dengan melakukan kerjasama dengan Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) untuk mengajak serta seluruh PKL yang ada di kota Depok untuk berpartisipasi didalamnya.

Diketahui untuk merealisasikan hal tersebut, pihak BNN beserta PPKLI beberapa waktu lalu telah melakukan diskusi serta memberikan pengetahuan mengenai bahaya narkoba ke ratusan PKL yang ada di kota Depok di kantor BNN Depok, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu, (24/06/2015).

Dalam acara diskusi tersebut, pihak BNN pun juga meresmikan Satuan tugas (Satgas) Anti Narkoba yang dibentuk langsung oleh para pedagang kaki lima pada waktu itu. Satuan tugas ini nantinya akan difungsikan sebagai salah satu tim khusus yang dipercayakan pihak BNN untuk menanggulangi narkoba di kota Depok.

Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN Pusat, Didik Kusnadi mengatakan bahwa pembentukan satuan khusus dengan melibatkan para PKL sebagai garda dalam mencegah peredaran narkoba dinilai sangatlah tepat. “Ini hal bagus sebab peredaran narkoba saat ini masih terus berlangsung dengan target utamanya para kaum muda khususnya di elemen pedagang. Jika kita merangkul para PKL maka ruang lingkup peredaran narkoba akan semakin sempit dan mudah diawasi di kalangan para pedagang,” ujarnya.

Hingga kini sebanyak 4 juta jiwa masyarakat Indonesia telah menjadi korban penyalahgunaan narkoba yang didominasi oleh kaum muda. “Dengan adanya kerjasama dengan para PKL untuk ikut berpartisipasi dalam memberantas peredaran narkoba, kami yakin bisa meminimalisasi peredaran narkoba hingga ke elemen masyarakat terbawah,” katanya.

Ia pun menjelaskan mengenai modus modus peredaran narkoba yang saat ini telah berkembang pesat dan selalu berubah ubah setiap waktu. Ini menjadi kendalanya saat ini. “Ada banyak trik yang dilakukan para pengedar narkoba untuk dapat mengedarkan barangnya dengan bebas. Dengan dibentuknya tim khusus dari elemen PKL saya berharap peredaran narkoba saat ini dapat langsung tercium dan bisa cepat ditindak, jangan sampai jatuh ke generasi muda, ini sangatlah merugikan,” pungkasnya.

Di lain pihak, Ketua Dewab Penasihat PPKLI, Rudi Samin menyatakan dukungannya terhadap langkah langkah BNN untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia dengan menyepakati kerjasama antara pihak BNN dengan PkL guna bersama sama membersihkan Indonesia dari pengaruh dan bahaya narkoba. “Kami terus mendukung upaya BNN dalam memberantas narkoba,” katanya.

Rudi pun mengatakan tentang tepatnya langkah BNN yang merangkul pihaknya untuk bersama sama memerangi narkoba yang banyak merugikan orang. “Para pedagang itukan dekat sekali dengan masyarakat. Jadi peredaran narkoba dapat langsung terpantau dan bisa cepat teratasi,” katanya.

Dirinya pun menghimbau kepada seluruh rekan rekan PKL untuk mau membantu BNN dalam memberantas peredaran narkoba . “Jika melihat adanya transaksi dan pengiriman yang mencurigakan di pasar dan dimanapun, langsung hubungi petugas kepolisian untuk langsung ditindak,” tandasnya.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: