Rencana Pemkot Depok Untuk menjadikan Kotanya Sebagai ‘Cyber City’ Masih Jauh Dari Harapan

Rencana Pemkot Depok Untuk menjadikan Kotanya Sebagai 'Cyber City' Masih Jauh Dari Harapan

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah kota Depok dalam upayanya untuk menjadikan kotanya sebagai kota ‘Cyber City’ masij terus dilakukan dengan melakukan beberapa program dan pembenahan di sektor pelayanannya kepada masyarakat.

Salah satu upayanya demi mewujudkan hal tersebut, Pemkot Depok telah melakukan perubahan sistem pelayanannya yang awalnya hanya menggunakan sistem manual menjadi sistem online yang terintegrasi dengan seluruh pemerintahan.

Namun, upaya yang dilakukannya tersebut masih belum bisa menjadikan kota Depok seperti apa yang dicita citakan oleh pemerintahnya. Hal ini dikarenakan masih adanya kendala dari sisi dukungan masyarakat untuk mencapainya.

Entrepreneur dan IT Trainer, Rachmawati Dzaelani mengatakan meskipun pemerintah kota Depok telah melakukan berbagai upaya untuk menjadikan kotanya sebagai ‘Cyber City’, jika tidak didukung oleh keinginan serta kemauan masyarakatnya dalam hal tersebut, maka usaha keras Pemkot Depok selama ini akan sia sia saja.

“Kurangnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya dunia IT menjadi salah satu pemicu lambatnya kota Depok untuk bisa dijadikan sebagai salah satu kota ‘Cyber City’,” ungkapnya saat meresmikan pelatihan Informasi dan Teknologi Cermat di Gedung Perpustakaan Umum, Depok beberapa waktu lalu.(22/06/2015)

Hingga kini, hanya sekitar 10 persen saja masyarakat kota Depok yang telah melakukan beberapa aktivitasnya dengan menggunakan sarana IT. Meski sudah banyak masyarakat yang telah menggunakan ponsel pintar, namun hal tersebut lebih besar digunakan untuk membuka layanan jejaring sosial saja bukan untuk digunakan sebagai perangkat pendukung aktivitas bekerja dan hal penting lainnya.

Untuk mendukung kota Depok agar bisa menjadi ‘Cyber City, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk dapat mengenal lebih dalam dunia IT yang pada saat ini dan kedepannya akan tetap digunakan sebagai media interaksi dengan pemerintahan.

“Dengan diadakan pelatihan ini, saya berharap masyarakat bisa menggunakan perangkat pintarnya untuk bisa berinteraksi dengan pemerintahan melalui aplikasi layanan yang sudah terintegrasi dengan Pemerintah Depok,” terangnya.

Dari pelatihan tersebut, sebanyak 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan ikut dalam pelatihan IT Cermat. Pelatihan tersebut akan terus dilakukan hingga dua bulan kedepan. Pelatihan tersebut sengaja digelar untuk dapat meningkatkan kualitas masyarakat kota Depok dalam hal menggunakan perangkat IT di kehidupannya sehari hari.

Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat kota Depok yang hanya menggunakan perangkat pintarnya untuk berinteraksi kepada orang lain lewat aplikasi media sosial saja, sedangkan untuk menggunakan aplikasi selain itu masih banyak yang kurang memahami. “Inilah salah satu penyebab sulitnya kota Depok untuk maju sebagai kota ‘Cyber City’,” ungkapnya.

Meski demikian , dirinya yakin dan optimis kota Depok bisa menjadi ‘Cyber City’ dengan catatan masyarakatnya mau untuk belajar dan berusaha menggunakan perangkat pintarnya untuk digunakan sebagai sarana pendukung aktivitasnya sehari hari.”kami mulai dari hal terkecil, mulai dengan dibentuknya satu komunitas dan akan dikembangkan lagi menjadi forum diskusi. Ketika sudah mulai besar maka akan ditambah lagi dengan diadakannya seminar,” ungkapnya.

Hal ini semata mata hanya untuk menciptakan masyarakat kota Depok yang melek IT sehingga dapat mewujudkan rencana pemkot kota Depok untuk kotanya sebagai ‘Cyber City’.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: