Badan Pengawas Obat dan Makanan Beserta Kepolisian kota Depok Gerebek Pabrik Tahu Berformalin

Badan Pengawas Obat dan Makanan Beserta Kepolisian kota Depok Gerebek Pabrik Tahu Berformalin

HarianDepok.com – Berita – Tapos , Badan Pengawas Obat dan Makanan dengan dibantu oleh Kepolisian kota Depok pada kemarin lalu menggerebek pabrik tahu yang berlokasi di RT 04 RW 19, Kelurahan Tapos, Depok, Jawa Barat (18/06/2015). Digerebeknya pabrik tahu milik Asep ini diduga karena pada pabrik tersebut menggunakan formalin sebagai bahan pengawetnya.

Dari hasil penggerebakan tersebut, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti seperti formalin siap pakai dalan bentuk bubuk dan tahu siap edar yang mengandung bahan formalin. “Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) kami mendapatkan formalin dalam bentuk bubuk siap pakai dan tahu siap edar mengandung baham kimia berbahaya,” terang Komisaris Vivick Tjangkung kepada media.

Dari lokasi penggerebekan, Asep selaku pemilik usaha tersebut tidak ditemukan oleh petugas. Asep kini ditetapkan statusnya menjadi DPO kepolisian kota Depok. Sedangkan barang bukti berupa 50 kilo bubuk formalin siap pakai beserta tahu siap edar langsung diamankan petugas.

Vivick mengatakan, jauhnya pabrik tahu dari pemukiman penduduk membuat pengawasan pembuatannya menjadi lemah. “Inilah yang dimanfaatkan oleh pengusaha nakal untuk mengambil keuntungan semata tanpa mengindahkan kesehatan para konsumennya,” terangnya.

Diketahui, Asep tidak tinggal di tempat usahanya namun, Asep tinggal di Bekasi. Saat dilakukan penyergapan oleh petugas kepolisian setempat, Asep sudah menghilang. Hingga kini Asep masih dicari cari oleh petugas guna mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan hukum.

Di lain pihak, Kepala Seksi Pengawas Obat dan Makanan Kota Depok, Sri Mahayanti mengatakan bahwa peredaran bahan kimia sangatlah sulit untuk dikendalikan. Oleh sebab itu dalam penemuannya di beberapa tempat, banyak makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya beredar dengan bebas tanpa adanya pengawasan.

Lemahnya pengawasan ini disebabkan oleh belum adanya aturan mengenai pembatasan dan pelarangan serta perizinan terhadap konsumen bahan kimia, sehingga menyebabkan banyak makanan ditemukan mengandung zat kimia berbahaya seperti formalin, borax dan pewarna tekstil.

Menurut keterangannya, banyaknya bahan pangan berbahaya beredar di pasaran lantaran lemahnya pengawasan terhadap rantai distribusinya. Oleh sebab itu untuk memutus rantai tersebut diperlukannya kerjasama antara pemerintah daerah dengan instansi lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut rencananya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menggelar pasar sehat, dimana pasar sehat tersebut akan dijajakan bahan bahan makanan sehat tanpa zat zat kimia berbahaya seperti tahu, tempe, sayur mayur, panganan siap olah, dan lain lain. Hal ini dilakukannya sebagai contoh bahwa kesehatan itu harus diutamakan ketimbang keuntungan semata.

“Sudah direncanakan, tinggal menunggu kapannya saja,” ujarnya. Dengan digelarnya pasar sehat ini, diharapkan pemkot Depok bisa menjadikan pasar sehat tersebut sebagai contoh dimana faktor kesehatannya menjadi prioritas utama selain keuntungan.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)