Jokowi Perintahkan Tindak Tegas Malaysia Atas Kemelut di Ambalat

Jokowi Perintahkan Tindak Tegas Malaysia Atas Kemelut di Ambalat

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Andi Widjajanto yang merupakan Sekretaris Kabinet menyebutkan, bahwa  ketegangan antara Indonesia dan Malaysia di Blok Ambalat sudah diketahui oleh Presiden Jokowi, setelah mendapat laporan dari Panglima TNI jika sepanjang tahun ini ada sembilan pesawat tempur Malaysia  yang menerobos wilayah udara Indonesia di kawasan tersebut. Seperti yang dikatakan Andi saat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/06/2015), “Sudah ada yang disampaikan Presiden ke Menteri Luar Negeri. Meminta agar kedaulatan dijaga, jangan dikompromikan,” ucapnya.

Sebelumnya Jenderal Moeldoko selaku Panglima TNI sudah melayangkan surat resmi kepada Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, untuk meminta pemerintah RI agar segera melayangkan nota protes kepada Malaysia. “Jadi Jokowi memberikan instruksi agar bertindak tegas pada pemerintah Malaysia mengenai Ambalat,” ucap Andi.  TNI mengkhawatir jika aksi beberapa jet tempur Malaysia yang sering seenaknya masuk ke wilayah Ambalat akan berujung pada lepasnya blok laut yang kaya akan minyak tersebut dari tangan Indonesia.

Mayor Jenderal Fuad Basya, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNImengatakan, “Bila pemerintah tidak mengirim nota protes kepada Malaysia, maka dikhawatirkan akan terjadi seperti kasus Sipadan dan Ligitan. Alasan Malaysia seperti dalam kasus Sipadan dan Ligitan, adalah karena saat mereka melintasi wilayah tersebut dan kita hanya membiarkan, tidak kita protes,” ujarnya. Menurutnya, Malaysia hanya berani masuk Indonesia bila wilayah udara Sulawesi dan Kalimantan sedang tidak dijaga.

“Mereka tidak akan berani melakukan itu jika pesawat Indonesia ada yang berjaga di sana. Tapi saat mereka mengetahui di kawasan Tarakan tidak ada pesawat Indonesia, mereka baru berani masuk. Bila kita kejar dari Jawa, mereka akan keburu hilang,” ujarnya. Ambalat yang geografisnya terletak di dekat perbatasan Kalimantan Timur dengan wilayah Sabah, Malaysia, adalah blok laut yang kaya akan minyak seluas 15.235 kilometer persegi yang berlokasi di Laut Sulawesi atau Selat Makassar.

Sejak dekade 1960-an wilayah tersebut sering menjadi biang keributan antara Indonesia dan Malaysia. Apalagi saat pada tahun 1979, Malaysia membuat peta tapal batas kontinental serta maritim baru dengan memasukkan Blok Ambalat ke dalam wilayahnya sehingga mendapatkan protes dari Indonesia. Pada tahun  2002, perseteruan kedua negara ini memuncak saat Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia terhadap sengketa kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan yang terletak di perairan Ambalat.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok