Kasus Masjid Dipagar Kawat Berduri, DPD DKI Jakarta : Seperti Gaza di Jakarta

Kasus Masjid Dipagar Kawat Berduri, DPD DKI Jakarta : Seperti Gaza di Jakarta

foto : arrahmah.com

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Beberapa hari terakhir jagat maya dihebohkan dengan sebuah kondisi masjid yang dikelilingi oleh pagar tinggi yang diberikan kawat berduri serta serpihan beling diatas pagarnya. Masjid tersebut berlokasi di kawasan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Menurut Fahira Idris yang juga merupakan seorang anggota DPD DKI Jakarta, bahkan hingga menyebut jika kondisi masjid yang dikepung oleh pagar dengan kawat berduri itu tidak bedanya seperti kondisi Gaza. Ia pun menyebut hal tersebut sebagai Gaza di Jakarta.

Fahira mendapatkan laporan tentang kondisi masjid yang memprihatinkan itu dari salah seorang konstituennya. Di akun jejaring sosial twitter miliknya, @fahiraidris mengaku sangat prihantin dengan ulah pihak-pihak yang melakukan aksi pemagaran tersebut. Kegeraman tersebut diunghkapkan karena banyaknya jamaah masjid yang kesulitan untuk masuk ke masjid. Pasalnya, untuk memasuki kawasan masjid, jamaah harus menaiki tembok tinggi yang berduri serta dilapisi serpihan beling terlebih dulu.

“Lihat saja,  betapa kejamnya orang  yang memasang kawat berduri dan kaca beling hanya untuk menghalangi orang datang ke masjid. Laknatullah#GazainJakarta,” kicau Fahira di akun twitter miliknya. Seperti yang dikutip Okezone.com,  di lokasi tersebut terdapat sebuah pagar beton yang mengelilingi lahan kosong yang di dalamnya terdapat sebuah masjid Al-Futuwwah serta pesantren yatim piatu. Awal mula kasus ini dengan adanya seorang pengembang proyek yang bernama Ichsan Thalib.

Kemudian, Direktur perusahaan tersebut sudah membeli lahan warga Jalan Haji Tholib yang memiliki luas 2.000 meter persegi. Lalu dari 2.000 meter persegi tersebut, ada sebuah lahan seluas 150 meter persegi yang belum dibeli karena pemilik tanah, yaitu Haji Muhammad Sanwani Naim yang juga sebagai pemilik pesantren yatim piatu itu tidak mau menjualnya karena untuk di dirikan pondok pesantren. Hasilnya, masjid itu pun dikelilingi oleh tembok beton yang diberi kawat berduri serta pecahan beling di atasnya.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: