Permintaan Tinggi Bikin Dolar Hampir Tembus Rp 12.000

HarianDepok.com – Berita Nasional – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menguat tinggi. Bahkan sudah nyaris menembus Rp 12.000.

Dikutip dari Reuters, Rabu (18/6/2014), dolar sudah menembus Rp 11.995. Padahal ketika pasar dibuka, dolar masih di level Rp 11.890.

Apakah dolar mampu menembus kisaran Rp 12.000? Menurut David Sumual, Ekonom BCA, ada potensi ke arah sana.

“Kalau potensi ada. Namun sepertinya pelemahan rupiah ini hanya temporer,” kata David kepada detikFinance, Rabu (18/6/2014).

David menilai, penguatan dolar AS terhadap rupiah kali ini hanya fenomena jangka pendek. “Sekarang ini karena permintaan sedang tinggi,” ujarnya.

Bulan ini, lanjut David, permintaan valas sedang tinggi untuk kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri, dan pembayaran dividen. “Setelah Juni, ini selesai,” tegasnya.

Bank Indonesia (BI), tambah David, sepertinya belum perlu untuk melakukan intervensi di pasar. “Untuk mengubah arah dari melemah jadi menguat atau sebaliknya kemungkinan tidak. BI hanya akan menjaga volatilitas pergerakan rupiah agar tidak terlalu ekstrem,” tuturnya.

Meski demikian, David menyebutkan masih ada faktor risiko yang bisa menyebabkan rupiah kembali melemah, yaitu dari eksternal. Gejolak di Irak adalah faktor yang perlu diperhatikan.

Pasar, demikian David, mencemaskan gejolak di Irak akan menghambat pasokan minyak dunia. Setelah perang, negara ini merupakan salah satu penghasil minyak utama selain Arab Saudi.

“Ini yang sulit diperkirakan, apakah akan berlanjut atau selesai dengan cepat. Apalagi AS belum terang-terangan soal sikap mereka atas apa yang terjadi di Irak. Bisa jadi risiko ini akan bertahan cukup lama,” papar David.

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak akan membuat beban impor semakin tinggi. Ini tentu bisa menyebabkan rupiah melemah.

[ADM/HD]
(Sumber :Detik.com)
Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer