Pilkada Depok 2015, Dipastikan Tidak Ada Calon Dari Independen

Pilkada Depok 2015, Dipastikan Tidak Ada Calon Dari Independen

HarianDepok.com – Berita , Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) kota Depok yang akan digelar serentak dengan kota kota lainnya pada Desember 2015 mendatang dipastikan tidak akan diikuti oleh calon dari independen atau calon perorangan. Hal ini dikuatkan oleh adanya putusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Depok yang menyatakan bahwa pada Pilkada Depok tahun 2015 ini tidak akan menyertakan calon dari Independen.

Hal ini disebabkan hingga pada tanggal penutupan pendaftaran calon independen yang jatuh pada tanggal 15 Juni 2015 pukul 16.00 belum ada satupun yang menyerahkan persyaratannya berupa 106.152 KTP pendukung beserta surat pernyataannya. “Kami pastikan Pilkada Kota Depok 2015 ini tidak ada calon calon dari independen,” terang Ketua KPU kota Depok, Titik Nurhayati, Selasa (16/06/2015).

Menurut keterangannya bahwa berlandaskan aturan yang telah ditetapkan oleh pusat bahwa penerimaan syarat syarat calon dari Independen ke Komisi Pemilihan Umum Kota Depok akan ditutup penyerahaannya sampai 15 Juni 2015. “Hingga menjelang waktu penutupan berakhir, belum ada satupun pasangan calon dari independen yang menyerahkan persyaratannya kepada kami,”ujarnya.

Menurut keterangannya bahwa pada tanggal penutupannya penerimaan calon independen pada sore hari selepas jam empat sore waktu yang ditentukan ada satu pasangan calon independen dan tim suksesnya yang datang untuk menyerahkan persyaratan tersebut di jam 16.45 yakni Ibrahim Kadir Tuasamu (IKT)-Johanes Karundeng (JK)

Namun penyerahan syarat syarat tersebut langsung ditolak oleh Tim KPU kota Depok lantaran telah melewati batas waktu penyerahan yang telah ditetapkan yakni tanggal 15 Juni 2015 pukul 16.00. “Kepada calon pasangan independen Ibrahim Kadir Tuasamu beserta pasangannya Johanes Karundeng kami sangat mengapresiasikan kehadiran beliau ke kantor kami, namun beliau pada kesempatan kali ini belum dapat memenuhi syarat syaratnya sebagai calon independen karena terlambat.” Ujarnya.

Di lain pihak, Ibrahim mengaku kecewa sekalu terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum kota Depok tersebut. Ia beranggapan bahwa perihal mengenai waktu penutupan penyerahan yang hingga pukul 16.00 bisa dipertimbangkan kembali. “Kami sudah berusaha datang meski terlambat beberapa menit, tapi kami tetap datang. Kami memohon kepada KPU untuk diberikan kelonggaran,” ujarnya.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota Depok, Elyas Tanta Ginting  mengatakan bahwa KPU tidak boleh memberikan toleransi kepada siapapun mengenai aturan dan ketetapannya atas hal ini. Sebab, penolakan yang dilakukan oleh KPU  terhadap penyerahan berkas Ibrahim sangatlah tepat.

“Karena ini masih dalam cakupan permasalahan aturan, kami sebagai tim pengawas hanya bisa mengawasi dan menjaga segala sesuatunya agar tetap dinjalurnya. Jadi kami tidak bisa berbuat banyak selain mengawasi dan memantau saja,” tandasnya.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)