21 Rumah Makan Di Kota Depok Diindikasikan Menggunakan Zat Kimia Berbahaya

21 Rumah Makan Di Kota Depok Diindikasikan Menggunakan Zat Kimia Berbahaya

HarianDepok.com – Berita , Inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Depok pada beberapa waktu lalu ke sejumlah rumah makan yang ada di wilayahnya ini dikagetkan dengan adanya temuan sejumlah makanan yang bercampur dengan zat kimia berbahaya tak layak konsumsi.

Dari 105 rumah makan yang diinspeksi oleh Dinkes kota Depok, sedikitnya terdapat 21 rumah makan yang diindikasikan menggunakan zat zat berbahaya ke dalam sajiannya. Zat zat berbahaya tersebut diantaranya, borax, formalin, rodhamin, pewarna tekstil dan tawas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati mengatakan, pengawasan yang dilakukan oleh instansinya periode 2014 – 2015 pada bulan Mei lalu, berhasil menemukan beberapa rumah makan yang menggunakan zat kimia berbahaya ke dalam makanannya.

“Ya, kami telah mengambil beberapa sampel makanan di 105 rumah makan untuk diuji kelayakannya. Hasilnya mencengangkan, ada 21 rumah makan yang sampelnya positif mengandung zat zat berbahaya,” terangnya, Selasa, (16/06/2015).

Dari hasil pemeriksaannya tersebut, Lies beserta jajarannya akan segera menindaklanjuti dengan memberikan himbauan dan tindakan tegas kepada pengelola rumah makan yang positif menggunakan zat kimia berbahaya ke dalam makanannya.

Namun, pemeriksaan lanjutan hanya akan dilakukan kepada delapan rumah makan saja, sedangkan 13 rumah makan lainnya belum bisa ditindak karena masih bermasalah di legalitasnya. “Pemeriksaan lanjutan akan kami lakukan hanya kepada delapan rumah makan saja, yang 13 lainnya tidak kami lanjutkan sebab rumah makan tersebut ternyata tak berizin,” ucapnya.

Lies juga mengharapkan adanya partisipasi pemerintah pusat untuk mencegah hal hal tersebut terjadi, dengan cara memasang iklan iklan dan melakukan himbauan serta penindakan terhadap para pelaku. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya lagi tindakan yang merugikan kesehatan konsumen.

Mengenai permasalahan ke 13 rumah makam tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Depok, Agus Suherman mengatakan pihaknya tidak bisa memaksakan para pemilik untuk membuat izin usaha, ini dikarenakan mereka masih belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sesuai dengan fungsinya.

“Izin usaha, memang ada pada kami. Namun izin ini tetap kita tahan karena izin bangunannya belum beres,” katanya.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Depok, Nuraeni mengatakan beberapa bahan makanan yang terdapat di kota Depok hampir seluruhnya dari luar daerah. “Contohnya ikan yang ditemukan oleh Dinkes Depok yang mengandung zat berbahaya ternyata berasal dari Muara Angke,” ujarnya.

Hal ini dianggap kurangnya koordinasi antar daerah untuk dapat menemukan jaringan peredaran barang pangan berbahaya ini. Hingga kini pemerintah kota Depok dengan pemerintah daerah lainnya belum melakukan kerjasama dalam hal tersebut. Maka daripada itu, dirinya mengharapkan bahwa dengan adanya permasalahan tersebut, kota Depok bisa bekerjasama dengan kota lainnya untuk mencegah permasalahan tersebut terjadi lagi.

“Diperlukannya pengawasan yang terkoordinasi dengan kota lainnya, ini dimaksudkan supaya segala macam keamanan bahan pangan bisa terjaga dengan baik,” tuturnya.(izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)