5 Perkara yang Membatalkan Puasa

5 Perkara Yang Membatalkan Puasa

HarianDepok.com – Suara Pembaca , Bulan suci ramadhan adalah salah satu bulan yang selalu dinanti nanti oleh seluruh kaum muslimin dimanapun. Bulan suci ramadhan selalu mendatangkan banyak manfaat, baik itu dari segi spiritual maupun secara fisik. Namun, tentunya puasa harus dijalankan dengan baik dan benar.

Ada beberapa perkara yang dapat membatalkan puasa seseorang di bulan ramadhan, dan ada juga perkara perkara yang dapat membatalkan pahala puasa seseorang walaupun tidak membatalkan puasa itu sendiri.

5 perkara yang membatalkan puasa

Dan berikut adalah perkara yang membatalkan puasa sehingga mewajibkan seseorang untuk menggantinya setelah bulan puasa nanti dan di hari hari yang tidak diharamkan untuk berpuasa.

  • Makan dan minum

Cara menjalankan puasa adalah tidak makan dan minum mulai dari terbit fajar yaitu saat subuh tiba hingga terbenam nya matahari yaitu saat maghrib tiba. Tidak memasukkan apapun baik itu makanan yang jumlahnya sedikit, meskipun satu tetes air, yang dapat melewati tenggorokan merupakan syarat utama berpuasa.

Dengan kata lain, selama berpuasa tidak diperbolehkan makan dan minum. Makan dan minum saat berpuasa makan membatalkan puasa itu sendiri dan mewajibkan seseorang untuk menggantinya.

Namun apabila seseorang lupa bahwa dia sedang berpuasa dan kemudian makan serta minum setelah itu mengingatnya dan dia menghentikan makan dan minum nya maka puasanya tetap boleh dilanjutkan dan tidak batal.

  • Haid & nifas

Bagi perempuan, haid yang biasanya datang kepada mereka setiap bulan juga dapat membatalkan puasa. Selain itu, nifas juga dapat membatalkan puasa.

Haid dan nifas, tidak hanya membatalkan puasa namun juga mengharuskan seorang perempuan untuk meninggalkan beberapa ibadah lainnya seperti sholat, membaca alquran, dan tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam masjid.

  • Muntah dengan sengaja

Muntah dengan sengaja juga membatalkan puasa seseorang. Namun apabila muntah tidak disengaja hal tersebut menurut beberapa ulama tidak membatalkan puasa.

Namun perlu dipahami bahwa beberapa ulama mengatakan bahwa bukan muntah itu sendiri yang menyebabkan batalnya puasa namun apa yang kembali masuk ke dalam kerongkongan setelah muntah itulah yang membatalkan puasa.

  • Bersetubuh

Bersetubuh atau jima juga merupakan perkara yang membatalkan puasa dan pelakunya apabila melakukan secara sengaja, harus membayar dengan:

  1. Memerdekakan seorang budak, atau
  2. Berpuasa dua bulan berturut turut, atau
  3. Memberi makan 60 orang miskin.

Bersetubuh atau jima apabila dilakukan pada malam hari setelah berbuka dan sebelum fajar tiba yang menandakan waktu subuh maka boleh dilakukan.

Wallahua’alam.

Segala perkara yang dapat membatalkan puasa haruslah diketahui oleh setiap kaum muslimin yang ingin menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita.

[EniGayoe/HD]

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok