BPN kota Depok Gelar Program One Day Service (ODS)

BPN kota Depok Gelar Program One Day Service (ODS)

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah kota Depok dalam upayanya untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat saat ini tengah melakukan pembenahan baik dari sisi tenaga, sistem pelayanan maupun dari prasana alat alat penunjangnya. Hal ini didorong oleh ambisi pemerintah kota Depok untuk dapat menjadikan kotanya sebagai kota ‘Smart City’.

Beberapa instansi pemerintahan kota Depok pun saat ini sudah melakukan perubahan perubahan sistem pelayanannya untuk dapat mewujudkan kota Depok sebagai kota satelit ibukota yang pintar. Salah satu instansi pemerintah daerah Depok yang tengah melakukan perubahan tersebut adalah Badan Pertanahan Negara (BPN) kota Depok.

BPN kota Depok kini tengah gencar melakukan pembenahan sistem pelayanannya dengan melakukan terobosan baru dengan menggelar One Day Service (ODS). Program ini bertujuan untuk memudahkan para pemilik tanah atau lahan di wilayah kota Depok dalam hal pengurusan legalitas lahannya.

Ketua Badan Pertanahan Negara (BPN) kota Depok, Dadang Fuad dalam keterangannya mengenai perihal tersebut mengatakan bahwa, program yang tengah diluncurkan tersebut kami buat sedemikian rupa supaya seluruh masyarakat dapat merasakan kemudahan serta kenyamanan dalam mengurus legalitas lahan miliknya dengan metode jemput bola.

“Kami hanya menginginkan masyarakat bisa mengurus semua legalitas lahannya dengan nyaman dan mudah dengan menggunakan metode jemput bola,” terangnya kepada media saat ditemui di ruang kerjanya.

Dadang juga menjabarkan mengenai teknis pelaksanaan program baru tersebut. Diawali dengan mobilenya petugas menuju ke lokasi yang menjadi target BPN untuk melakukan pengurusan legalitas lahan. Untuk program ODS berbasis jemput bola ini dijadwalkan sementara dengan tenggang waktu satu minggu untuk satu kali operasi.

Dengan diadakannya terobosan terobosan dalam pelayanannya kepada masyarakat selama ini, membuat para pemilik lahan yang dulunya enggan untuk mengurus legalitas lahannya menjadi menurun tajam. “Saya bergabung dengan BPN tahun 2013, pada saat itu hanya 7000an berkas saja yang diurus. Setelah melakukan terobosan baru di sektor pelayanan, alhamdulillah sekarang meningkat hingga 15.000an berkas,” ujarnya.(Izl)

MuhammadKhotib/HD]

Tags: