Ketua Banwaslu Jawa Barat Desak Walikota Depok Akibat Belum Cairnya Dana Anggaran Panwaslu

Ketua Banwaslu Jawa Barat Desak Walikota Depok Akibat Belum Cairnya Dana Anggaran Panwaslu

HarianDepok.com – Berita , Belum cairnya anggaran kerja untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota Depok sebesar Rp 9,5 miliar, mengakibatkan kinerja Panwaslu terhambat. Hal ini sudah melanggar ketentuan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat yang memutuskan bahwa dana untuk kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Depok harus cair selambat lambatnya pada tanggal 03 Juni 2015 lalu.

Ketua Banwaslu Provinsi Jawa Barat, Herminus Koto mendesak Nur Mahmudi Ismail selaku Walikota Depok aktif untuk dapat segera mencairkan dana tersebut, sehingga kegiatan persiapan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Depok mendatang tidak terganggu.

“Kami sudah komplain dan sudah mempertanyakan keterlambatan ini kepada pak Walikota. Keterlambatan ini sudah melewati ketetapan KPU Pusat, jadi harus segera ditanggulangi,” tegasnya saat dihubungi rekan media di lapangan pada beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dana yang diajukan untuk Panwaslu kota Depok masih terbilang kecil. Karena awal pengajuan dana sebesar Rp 11 miliar yang diajukan, hanya Rp 9,5 miliar saja yang disetujui. Dengan lebih kecilnya dana yang diajukan ketimbang dana yang disetujui membuat pihak Panwaslu harus lebih ekstra hati hati dalam penggunaan dana tersebut.

Dengan cakupan wilayah kota Depok yang luas serta jumlah penduduk yang menembus angka 2 juta jiwa, membuat pihak Panwaslu harus menambah jumlah personilnya untuk dapat mengimbanginya. “Dana ini sangat kecil, banyak sekali yang harus diawasi. Dengan adanya hal ini mau tidak mau kami harus menambah jumlah tenaga, itupun harus melihat kembali anggaran yang disetujui,” paparnya.

Herminus juga mengatakan bahwa kota Depok adalah kota pertama yang pencairan dana anggaran Pilkadanya sangat lambat se – Jawa Barat dengan disusul oleh kota Bekasi dan beberapa kota lainnya. Oleh karena itu, dirinya sangat mengharapkan respon dari Walikota untuk dapat segera menyelesaikan keterlambatan pencairan dana Panwaslu tersebut.

Di lain pihak, Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan, anggaran untuk Kerja Panwaslu sudah disetujui dan telah ditandatangani olehnya, namun ketika ditanya kapan waktu pencairan dana tersebut dirinya enggan menyebutkan.”tenang saja, pasti turun dananya, untuk waktunya kapan ya tunggu saja, pokoknya cair. Kalau memang sudah saatnya, paati saya akan umumkan,” terangnya.

Saat disinggung mengenai kurang responsifnya Walikota dengan permasalahan anggaran Pilkada tahun 2015 ini, penggagas ‘one day no rice’ ini pun hanya tersenyum dan sambil mengatakan bahwa semua persoalan mengenai perihal Pilkada mendatang diatas kertas sudah selesai, jadi ketika dana tersebur sudah cair baru terlihat jelas. “Ya ikuti saja, semua kebutuhan dan anggarannya sudah dipersiapkan, jadi tak perlu khawatir. Doakan saja supaya semuanya bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)