Gratifikasi Seks Bentuk Lain Rekreasi Politik

Pengamat Sosial dan Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengapresiasi banyak pihak dengan memasukkan kategori pemberian hadiah wanita kepada pejabat termasuk bentuk gratifikasi seks. Ia menilai kebijakan KPK tersebut memang bisa dikaitkan dengan potensi korupsi.

Devie mencontohkan budaya wanita dapat memuluskan sebuah rencana para pejabat dalam sebuah tender bukan hanya terjadi pada saat ini. Bahkan, sudah terjadi sejak zaman Romawi kuno.

“Bukan hanya terjadi di Indonesia, pada zaman Romawi kita lihat Cleopatra berupaya sekuat tenaga untuk taklukan Cesar, ini merupakan kemajuan besar sebagai upaya bongkar kasus korupsi, kita patut apresiasi KPK,” tegasnya di Depok, Jumat (11/01).

Devie menilai gratifikasi seks dapat dikategorikan sebagai bentuk korupsi jika bisa mempengaruhi kebijakan dan memuluskan proyek. Bahkan, Devie menyebutnya hal itu dilakukan sebagai bentuk rekreasi politik.

“Ini sudah jadi rahasia umum dan banyak dilakukan karena sebagai bentuk rekreasi politik, sebab kita tahu dunia politik memiliki tingkat stres yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Namun untuk menelusurinya, lanjut Devie, penyidik KPK harus dibekali lebih dalam dan lihai untuk menginvestigasi gratifikasi seks. Dengan diungkapkan ke masyarakat, kata Devie, hal itu bisa membuat publik untuk ikut mengawasi.

“Kalau itu bisa membuat proyek gol atau meluluskan proyek, itu disebut gratifikasi. Pejabat paling rentan terkena skandal, apalagi kalau itu sampai rugikan keuangan negara, ranah pribadi. Publik juga bisa turut awasi publik, bukan hanya mengawasi rekening dan rumah yang dibangun tidak wajar misalnya,” imbuhnya.

Devie juga mencontohkan kasus korting hukuman juga bisa terjadi pada hakim. “Misalnya hakim diberikan wanita untuk mendiskon hukuman terdakwa, itu salah satu gratifikasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) tengah menyusun atura terkait batasan apa saja yang masuk dalam gratifikasi seks. Gratifikasi seks merupakan bentuk kesenangan yang dapat mempengaruhi sebuah keputusan. Misalnya, karena diberi layanan hiburan, proyek menjadi gol atau sebuah hukuman bisa berkurang.

Icha

author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)