Tunggu Keputusan Pertamina, Pertalite Bisa Mulai Dijual Pekan Ini

Tunggu Keputusan Pertamina, Pertalite Bisa Mulai Dijual Pekan Ini

HarianDepok.com – Bisnis – Ekonomi , Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), setelah beberapa lama dinanti akhirnya telah memastikan izin untuk penyaluran produk bahan bakar minyak (BBM) baru Pertalite akan dikeluarkan pada pekan ini. I Gusti Nyoman Wiratmaja selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menyebutkan, PT Pertamina (Persero) sudah mengajukan izin penambahan produk baru Pertalite. Usai  melalui beberapa proses, produk BBM baru ini akhirnya akan diizinkan untuk meluncur ke pasaran.

“Pertamina sudah mengirim permintaan izin. Minggu ini sudah keluar izin tambahan produk tersebut,” ucap Wirat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (09/06/2015). Menurutnya, jika izin tersebut sudah keluar maka pekan ini juga Pertamina dapat menyalurkan BBM dengan kadar research octane number (RON) 90 itu. “Semoga terpenuhi syaratnya, Pertamina sudah boleh mendistribusikan, semoga lagi di proses,” ujarnya. Wirat menambahkan, Pertamina memegang keputusan penyaluran Pertalite.

Perusahaan pun harus menyiapkan segala fasilitas penyaluran seperti tangki penyimpanan, dispenser dan mekanisme penyaluran. “Tinggal bagaimana Pertamina harus menyiapkan di lapangan tentang pendistribusian serta segala macamnya. Tergantung Pertamina, dia harus siapkan seperti tangkinya,” jelas Wiratmaja. Sebelumnya telah dipastikan, bahwa produk baru BBM Pertalite ini sudah lolos dari uji standar dan mutu yang memenuhi Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi nomor 313.K/10/DJM.T/2013 tentang Standar dan Mutu (spesifikasi) BBM jenis Bensin 90 yang dipasarkan di Tanah Air.

Berdasarkan acuan dari Keputusan Dirjen Migas tersebut, akan ada beberapa spesifikasi dari BBM Pertalite. Spesifikasi dimaksud seperti, warna BBM Pertalite dipilih berwarna hijau dengan penampilan visual terang dan jernih. Lainnya, tidak memiliki kandungan timbal dan mempunyai kandungan sulfur maksimal 0,005 persen m/m atau setara dengan 500 ppm. Di dalam keputusan dirjen juga terdapat catatan untuk jenis bensin 90 ini. yakni aditif harus kompatibel dengan minyak mesin. Yang artinya BBM jenis ini tidak akan menambah kerak atau kekotoran mesin.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: