Dua Kelemahan Yang Menghambat Karir Tenaga Kerja Indonesia

Dua Kelemahan Yang Menghambat Karir Tenaga Kerja Indonesia

HarianDepok.com – Bisnis – Ekonomi , Saat ini persaingan mencari pekerjaan terlihat semakin ketat, apalagi bagi mereka yang baru lulusan. Menurut Dino Martin selaku CEO Karir.com menyatakan, bahwa ada dua kelemahan yang kerap diperlihatkan para tenaga kerja Tanah Air. Dalam sela-sela acara Karir.com Expo di Jakarta, Dino menje;askan, “Soft skills. Kemampuan yang tidak dipelajari di sekolah secara formal diantaranya seperti keahlian bernegosiasi, kepemimpinan, berkomunikasi, negosiasi presentasi serta mempengaruhi orang lain. Hal itu yang saya lihat masih kurang dari tenaga kerja asal Indonesia,” tuturnya.

Dino melanjutkan, sedangkan hard skills merupakan sesuatu yang dapat dipelajari oleh siapa saja. Sebagian besar lembaga pendidikan hanya terfokus terhadap pengembangan hard skill saja dan jarang sekali mempelajari soft skill. “Seperti misalnya ada satu universitas yang sanggup mencetak lulusan IT yang sangat handal. Namun ketika bekerja, tidak sedikit perusahaan mengeluhkan satu hal yang sama, sebagian besar lulusan hebat tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan baik, hanya jago dalam bekerja,” ujarnya.

Menurut Dino, padahal soft skill merupakan keahlian yang harus dimiliki sebelum mereka memasuki dunia kerja. Dino mengakui, memang hal tersebut tidaklah mudah. Kelemahan kedua yang cukup mencolok dari tenaga kerja Indonesia adalah rendahnya pembelajaran ilmu yang aplikatif. “Saat ini Ilmu yang diajarkan di kampus kebanyakan kurang aplikatif, hanya sedikit mengajarkan case study. Sampai sekarang masuk ke dunia kerja, banyak ilmu yang tidak dapat diterapkan,” ucapnya.

Hal seperti ini tidak hanya berdampak pada pegawai, namuni juga bagi perusahaan. Ketidaksiapan para pencari kerja, membuat penyerapan tenaga kerja terhambat, sehingga memperlambat perkembangan perusahaan. “Maka dari itu saya bilang, pekerjaan rumah Indonesia yaitu sumber daya manusia. Bayangkan saja jika penyerapan tenaga kerja efektif, ekonomi kita juga dapat tumbuh lebih cepat,” tutupnya.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: