MUI Bantah Soal Suara Misterius Dari Langit Yang Disebut Sebagai Sangkakala

MUI Bantah Soal Suara Misterius Dari Langit Yang Disebut Sebagai Sangkakala

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Belakangan ini dunia tengah dihebohkan oleh suara aneh yang terdengar dari langit. Diketahui suara misterius dari langit tersebut terdengar setidaknya di empat negara, yaitu Kanada, Amerika Serikat, Australia dan Jerman. Suara aneh tersebut sempat dihubungkan dengan bunyi sangkakala yang merupakan tanda hari kiamat. Akan tetapi pernyataan tersebut dibantah oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam sebuah  tayangan berita salah satu stasiun tv nasioanal, Selasa (26/05/2015),

Yunahar Ilyas yang merupakan seorang Ketua MUI membantah jika suara tersebut merupakan bunyi sangkakala yang dibunyikan oleh malaikat Israfil sebagai tanda hari kiamat sesuai dengan kepercayaan umat muslim. “Saya punya keyakinan bahwa suara itu bukan bunyi sangkakala Isrofil dan bukan tanda hari kiamat,” ungkap Yunahar. Ia menambahkan, “Dalam islam, tiupan sangkakala tanda kiamat itu akan terdengar di seluruh dunia. Tiupan pertama akan membuat seluruh makhluk mati, baru tiupan kedua semua makhluk hidup lagi,” ujarnya.

Menurut Yunahar, sebelum tiupan sangkakala, hari kiamat juga akan didahului oleh tanda-tanda lainnya, seperti matahari yang terbit dari barat. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) juga turut menanggapi suara aneh dari langit tersebut menjelaskan, bahwa suara misterius itu bukan dari luar angkasa,  tetapi masih berasal dari bumi.

“Jika sura aneh tersebut datangnya dari luar bumi itu tidak mungkin. Karena suara akan menjalar melalui medium udara. Kalau di luar angkasa kan tidak ada atmosfer, jadi tidak mungkin suara dapat merambat,” ujar Ketua Lapan, Thomas Djamaludin. Walau belum mengetahui pasti sumber suara misterius itu, Thomas menyebutkan bahwa suara seperti itu dapat terjadi akibat aktifitas alam. Suara dari alat industri ataupun perangkat buatan manusia untuk tujuan penelitian juga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: