Komunitas Ciliwung Desak DKP Untuk Tindak Tegas Pembuang Sampah Liar

Komunitas Ciliwung Desak DKP Untuk Tindak Tegas Pembuang Sampah Liar

HarianDepok.com – Berita , Upaya pemerintah kota Depok untuk menjadikan kotanya sebagai kota yang indah dan bersih masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Tidak hanya di pinggir jalan saja, hampir 40 persen masyarakatnya , masih membuang sampahnya ke saluran saluran air dan sungai sungai sehingga menyebabkan meluapnya air sungai yang bisa menjadi salah satu penyebab banjir di kota Depok.

Ketua Komunitas Ciliwung kota Depok, Taufik dalam tanggapannya mengenai permasalahan tersebut mengatakan bahwa dirinya meminta kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Depok untuk dapat melakukan tindakan tegas terhadap para pembuang sampah sampah liar di sungai maupun di jalan jalan kota Depok.

Hal ini dipintanya lantaran masih banyaknya kuota sampah yang ditemukan oleh komunitasnya di sepanjang sungai Ciliwung, padahal kegiatan kerja bakti sudah dilakukan secara rutin setiap hari Selasa dan Minggu.

“Harus ditindak tegas ini, kalau perlu tangkap saja. Kalau hal itu belum juga dilakukan, dipastikan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat akan semakin tinggi. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir,” ungkapnya kepada media kemarin (21/05/2015).

Menurut informasi dari rekan rekan komunitasnya, ada beberapa lokasi yang menjadi lokasi favorit para pembuang sampah liar ke sungai Ciliwung, diantaranya adalah Jalan Raya Cimanggis, Jalan Raya Citayam dan Jalan Raya Cinere.

Jika hal tersebut dibiarkan terus menerus tanpa adanya tindakan tegas oleh dinas terkait maka dapat dipastikan rencana pemerintah kota Depok untuk membangun kotanya sebagai kota yang ramah lingkungan, bersih dan nyaman hanya menjadi impian semata.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)