Quota Raskin Kota Depok Menumpuk, Bulog Kelabakan

Quota Raskin Kota Depok Menumpuk, Bulog Kelabakan

HarianDepok.com – Berita , Menumpuknya beras miskin (Raskin) untuk daerah kota Depok membuat pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Cianjur mengalami problema. Raskin yang seharusnya sudah tersalurkan ke Rumah Tangga Sasaran (RTS), hingga kini masih terkendala.

Terkendalanya proses penyaluran raskin ke RTS di kota Depok disebabkan oleh perilaku RTS yang lebih memilih beras dengan jenis premium daripada beras dengan jenis medium. Hal inilah yang membuat menumpuknya raskin di gudang penyimpanan.

Kasub Bulog Divisi Cianjur, M Yusuf Salahudin dalam komentarnya mengenai hal tersebut mengatakan, terjadinya penumpukan raskin untuk wilayah kota Depok di gudang gudang bulog diakibatkan oleh selektifnya RTS yang lebih memilih beras dengan kualitas premium ketimbang raskin dengan jenis medium. Akibatnya, terjadi penumpukan karena kurangnya daya minat sehingga lama kelamaan membuat stok raskin tersebut berkutu dan mulai membusuk.

“Susah payah kami mengumpulkan beras raskin untuk disalurkan, namun keengganan RTS Depok untuk mengkonsumsi raskin kualitas medium membuat raskin menumpuk dan membusuk di gudang,” ungkapnya kepada media, Sabtu (16/05/2015).

Menurut informasi dari data yang didapatkan dari Bulog, Jawa Barat  bahwa persentase serapan raskin di wilayahnya seperti Cianjur, Bogor dan Sukabumi yang paling rendah adalah kota Depok dengan daya serap kurang dari 45 persennya saja.

Penurunan minat RTS Depok untuk mengkonsumsi raskin jenis medium dan beralih ke beras dengan jenis premium ini pun juga disebabkan oleh minimnya himbauan serta sosialisasi mengenai informasi gizi dan manfaat lainnya dari instansi terkait seperti Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) kota Depok sebagai mediator.

Kepala Badan Pemberdayaan masyarakat dan Keluarga (BPMK) kpya Depok, Widyati Riyandani mengatakan, keinginan para RTS yang terbiasa mengkonsumsi beras dengan jenis premium ini tidak bisa ditekan dengan alasan pembelian beras jenis premium tersebut untuk campuran raskin jenis medium.

Oleh karena alasan itu, pihak BPMK tidak bisa berbuat banyak. “Untuk aroma raskin jenis medium dengan beras jenis medium sangatlah berbeda, agar bisa dimakan oleh para RTS raskin harus dicampur,” ujarnya.

Widyati pun juga mengatakan, penurunan minat raskin di Kota Depok disebabkan oleh turunnya pula angka kemiskinan dan membaiknya perekonomian masyarakat golongan bawah seiring dengan waktu. Maka daripada itu, dirinya berharap pihak Bulog dapat mengerti dan memahami kondisi perekonomian kota Depok saat ini.

Mantan Camat Cinere itu menambahkan, saat ini peminat raskin di Depok mulai menurun. Hal itu seiring dengan menurunnya angka kemiskinan dan membaiknya perekonomian warga kurang mampu. Tak hanya itu saja, kota Depok pun sejak beberapa tahun yang lalu hingga sekarang tengah gencar menggalakkan program One Day No Rice yang di cetuskan oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail.

Oleh karena itu mereka berharap Bulog Sub Cianjur dapat mengerti akan perubahan perekonomian warga kurang mampu di kota berikon belimbing ini.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)