Wilayah Jabodetabek Rumah Murah Dibanderol Rp 120 Juta

Wilayah Jabodetabek Rumah Murah Dibanderol Rp 120 Juta

HarianDepok.com – Bisnis – Ekonomi , Hinggak akhir tahun 2015 ini Presiden Joko Widodo menargetkan program sejuta rumah murah harus sudah rampung. Program ini diutamakan bagi kebutuhan masyarakat kelas menengah-bawah yang belum mempnyai rumah sendiri. Program sejuta rumah akan dibangun serentak di delapan provinsi pada tahun ini. Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara mengungkapkan, program pembangunan-

sejuta rumah untuk rakyat ini bertujuan untuk memenuhi  kekurangan rumah di Indonesia yang mencapai hingga 13,5 juta unit. Seperti yang dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis (07/05/2015), “Sekitar 60 persen atau sebanyak 603.516 unit rumah dari program sejuta rumah ini ditujukan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah,” ucapnya.

Berikut adalah harga jual rumah untuk kelas tersebut :

– Wilayah JabodetabekRp 120 juta per unit

– Pulau Jawa (selain Jabodetabek) Rp 105 juta per unit

– Sumatera (kecuali Bangka Belitung) Rp 105 juta  per unit

– Kalimantan Rp 118 juta  per unit

– Sulawesi Rp 110 juta per unit

– Papua dan Papua Barat  Rp 165 juta per unit

Sisanya, yang 40 persen atau sebanyak 396.484 unit rumah diperuntukkan bagi kalangan menengah. Pemerintah mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 sebesar Rp 13 triliun. Peluncuran program ini juga sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 29 April lalu di kawasan industri Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Pratikno menambahkan, untuk mempercepat terealisasinya program ini, Presiden Jokowi sudah memerintahkan jajarannya untuk membuat atau mengubah kebijakan yang sudah ada.

Kebijakan tersebut antara lain,  peningkatan batas atas rumah yang bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari maksimal harga Rp 140 juta menjadi Rp 300 juta. Rumah yang dibangun dengan memakai Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah bersubsidi ini, nantinya akan dijual dengan harga yang cukup murah serta bunga cicilan yang rendah.

“Kalau rumah komersial uang muka dipatok 20 persen, rumah bersubsidi ini hanya menetapkan uang muka sebesar 1 persen dari harga jual. Begitu pula bunga kreditnya hanya sekitar 5 persen yang dapat dicicil sampai 20 tahun,” ujar Pratikno. Untuk pembiayaan Program Sejuta Rumah ini, pemerintah menggandeng bank BUMN seperti BTN.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: