10 Hari Bawa Kabur Gadis Protolan SD, Dukun Cabul Ini Dibekuk

HarianDepok.com – Berita Nasional – Ulah pria berkedok dukun pengasihan ini benar-benar sudah kelewatan. Dengan dalih bisa mengharmoniskan hubungan korban dengan tunangannya, Suwito (50) warga Kecamatan Asembagus, nekat membawa kabur gadis 16 tahun. 

Selama 10 hari gadis protolan SD itu disembunyikan sang dukun. Selama itu pula, Suwito berulang kali menjadikan korban sebagai sansak birahi bejatnya di sejumlah tempat di Situbondo.

Petulangan sang dukun membawa kabur gadis bau kencur itu baru berhasil dihentikan, dini hari tadi. Polisi dan warga menggerebek sebuah gubuk kecil yang konon tempat ritual Suwito, di tengah perkebunan miliknya di Desa Gudang Kecamatan Asembagus. 

Saat digerebek, Suwito sempat menyebut korban adalah istrinya. Namun, si dukun bejat itu langsung terdiam saat tahu yang datang adalah polisi.

“Tadi yang menggerebek polsek setempat. Tapi langsung dilimpahkan ke polres, karena korban masih di bawah umur. Sekarang pelaku diperiksa di Unit PPA Reskrim,” kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, Selasa (3/6/2014).

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, gadis 16 tahun itu sudah dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak akhir Mei 204 lalu. Sebelum hilang, gadis protolan SD itu konon mengalami permasalahan dengan tunangannya berinisial HN. Untuk kembali mengharmoniskan hubungan mereka, keluarga Hanafi membawa korban ke Suwito yang dikenal sebagai dukun pengasihan.

Bukannya diharmoniskan, korban diduga malah dijampi-jampi sendiri oleh Suwito. Benar saja, tak lama setelah itu korban datang sendiri ke Suwito. Sejak itu, korban langsung disembunyikan oleh Suwito.

Dengan menyebut korban sebagai istrinya, Suwito sempat menitipkan korban ke beberapa rekannya di Situbondo. Namun, hampir setiap malam korban dijemput oleh pelaku dan dibawa ke hotel untuk diajak berhubungan badan.

“Pengakuan korban, awal melakukan itu korban dibawa ke Hotel Pasagro. Korban dipaksa melayani hasrat pelaku. Hampir tiap malam terus diperlakukan begitu, malah semalam bisa sampai dua kali. Tunangan korban diduga juga terlibat,” kata Abdurahman, kuasa hukum keluarga korban kepada detikcom.

Namun, di depan polisi pelaku bersikukuh menolak tudingan tersebut. Menurut Suwito, dirinya tidak pernah melakukan perbuatan tak senonoh terhadap korban. Suwito yang seorang pemusik elektone itu juga berdalih, korban meminta sendiri agar disembunyikan selama 10 hari. 

Sebab, jika dalam 1o hari korban tidak pulang ke rumahnya, maka HN akan membubarkan ikatan pertunangannya. Korban sendiri disebut-sebut menginginkan pertunangan itu digagalkan.

“Silahkan, pelaku boleh saja tidak mengakui semua perbuatannya. Nanti semuanya akan terlihat dari hasil visum korban. Atas perbuatannya itu, pelaku akan dijerat pasal 81 ayat 1 subs pasal 82 UU 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 3 hingga 15 tahun penjara,” tegas AKP Wahyudi.

 

[ADM/HD]

(Sumber :Detik.com)

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer