Pemerintah Revisi 10 Aturan Untuk Genjot Program Sejuta Rumah Murah

Pemerintah Revisi 10 Aturan Untuk Genjot Program Sejuta Rumah Murah

HarianDepok.com – Properti , Pemerintah dikabarkan akan mengubah sedikitnya sepuluh regulasi menghambat pembangunan satu juta rumah murah. Seperti yang dikatakan Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) ketika mengikuti rapat mengenai perumahan di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jakarta, Selasa (05/05/2015), “Dilaporkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, Perumnas, BTN sebagai official bank untuk perumahan rakyat ini, apa-apa saja regulasi yang perlu diperbaiki atau disederhanakan,”

Dalam forum tersebut, hadir juga Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, dan Elvyn G Masassya, Direktur Utama BTN Maryono dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan. Mengenai batasan investasi BPJS Ketenagakerjaan, Basuki menyebut salah satu peraturan akan direvisi. “Misalnya, aturan yang sebelumnya hanya boleh investasi 5 persen, akan diubah menjadi 30 persen. Sehingga investasi bisa sebesar Rp 48 triliun,” ujar Basuki.

Tidak hanya itu, peran Perumnas juga harus diperkuat, jangan hanya sebagai pengembang tapi  juga harus ikut mengelola perumahan. Sementara BTN diberi tugas utama sebagai penjamin dalam pembangunan perumahan. “BTN juga gitu, diberi penugasan yang khusus, yaitu penugasan perumahan khusus untuk jaminan pemerintahan,” sambung Basuki.

Menurut dia, ada sebanyak 331 ribu unit dari target satu juta rumah murah yang siap diluncurkan di sejumlah provinsi. Diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Banten, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. “Yang sudah dikerjakan sebelum groundbreaking sekitar 20 ribuan, pada saat groundbreaking sekitar 103 ribu.”

Sebanyak 331 ribu hunian murah tersebut terdiri dari rumah tapak dan rumah susun. Sementara pembangunan rumah tapak diprediksi akan rampung dalam tiga bulan. Sedangkan rumah susun, ditargetkan akan rampung sekitar satu tahun. “Karena itu akan dihitung berapa kebutuhan uang muka dan berapa kebutuhan subsidi bunganya. Setiap bulan akan dilakukan monitor terus hingga benar-benar yakin program berjalan dengan baik,” ungkap Basuki.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok