Target RTH di Depok Masih Belum Tercapai

Target RTH di Depok Masih Belum Tercapai

HarianDepok.com – Berita , Sulitnya mendapatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Depok, menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah kota Depok. Diketahui bahwa laju perkembangan kota Depok saat ini terbilang cukup pesat, namun hal ini tidak diimbangi dengan adanya pembatasan penggunaan lahan sehingga mengakibatkan berkurangnya RTH.

Dinas Tata Ruang dan Pemukiman kota Depok saat ini mengaku bahwa pihaknya telah kewalahan dalam menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Depok. Pasalnya hal ini diakibatkan oleh tingginya laju perkembangan pembangunan di wilayahnya yang hingga kini menjadi salah satu penompang ekonomi kota sekaligus penyebab minimnya RTH.

Untuk memenuhi amanat pemerintah pusat dengan memberlakukan 20 persen wilayah kota sebagai RTH publik dan 10 persen sebagai RTH pribadi, Kepala Dinas Bidang Pemanfaatan Ruang Dinas Tata Ruang kota Depok, Nani Zara mengatakan bahwa pihaknya telah menargetkan lahan lahan RTH di kota Depok seluas 4 ribu hektar akan dapat tercapai sampai tahun 2032 mendatang.

“Hingga kini, Ruang Terbuka Hijau di wilayah Depok yang telah ada sekitar 1.804 hektar atau setara dengan 50 persen dari target yang telah ditetapkan sebanyak 4 ribu hektar. Di lain hal untuk RTH jenis pribadi hingga kini sudah tercapai sebanyak 1.255 hektar, ” ujarnya.

Peraturan pun sudah dibuat dan diberlakukan sejak 2013 mengenai pengadaan RTH disetiap perumahan  yang diharapkan bisa menutupi kekurangan RTH di wilayah kota Depok.

Di lain pihak, Babai Suhaimi mengatakan bahwa hingga sampai saat ini dirinya masih menganggap kinerja pemerintah kota Depok belum maksimal dalam hal pengadaan dan target ruang terbuka hijau di kota Depok. Menurutnya, pemerintah Depok harus tegas dalam menyikapi pemberian izin pengembangan pemukiman, sehingga RTH dapat terpenuhi.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)