Ethan Nadelmann : Eksekusi Mati di Indonesia Menunjukkan Kebiadaban Pemerintah

Ethan Nadelmann : Eksekusi Mati di Indonesia Menunjukkan Kebiadaban Pemerintah

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Para aktivis internasional dan pemimpin dunia mengutuk eksekusi pada delapan narapidana yang dilakukan pada Rabu (29/04/2015) dini hari di Nusakambangan oleh regu tembak. Walau sebelumnya sempat ada pengajuan permohonan dan pembatalan yang diminta pemerintah negara para terpidana, namun eksekusi tetap dilakukan. Murray McCully, Menteri Luar Negeri Selandia Baru merasa kecewa karena Indonesia telah melakukan eksekusi.

“Selandia Baru sangat menentang hukuman mati dalam semua kasus dan dalam semua keadaan,” ucap Mr McCully. “Kami sudah menyatakan oposisi terhadap hukuman mati ke Indonesia, dan saya membuat ini jelas saat saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia baru-baru ini.” Sementara Dilma Rousseff, Presiden Brasil menyatakan eksekusi kedua warga Brasil di Indonesia tahun ini menandai peristiwa serius dalam hubungan di antara kedua negara.

Brasil sebelumnya sudah meminta penundaan eksekusi untuk Rodrigo Gularte, 42 tahun, atas dasar kemanusiaan karena ia menderita skizofrenia. Sedangkan Tony Abbott, Perdana Menteri Australia menggambarkan eksekusi sebagai hal yang ‘kejam dan tidak perlu’. Menurut Ethan Nadelmann, Direktur Eksekutif dari Drug Policy Alliance yang berbasis di New York menyebutkan, bahwa eksekusi terhadap delapan narapidana tidak akan menghasilkan apa-apa-

untuk mengurangi pemakaian narkoba di Indonesia atau negara lain, atau melindungi orang dari penyalahgunaan narkoba. “Semua itu hanya menunjukkan kebiadaban pemerintah,” ucap Ethan dalam pernyataannya. Amnesty International yang berkantor di London menyerukan Indonesia agar meninggalkan rencana eksekusi lebih lanjut. Sementara menurut Rupert Abbott, Direktur Riset Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik menyatakan,”Eksekusi ini benar-benar tercela,”

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: