Pengertian Hukum dan Tata Cara Puasa Rajab

Pengertian Hukum dan Tata Cara Puasa Rajab

HarianDepok.com –  Berita – Nasional , 1 Rajab 1436 Hijriah yang menurut kalender umat Islam jatuh pada hari Senin (20/04/2015) kemarin membuat banyak orang yang bertanya-tanya apakah hukum mengerjakan puasa Rajab itu, apakah wajib, sunnah, makruh, atau haram. Serta bagaimanakah niat puasa bulan Rajab dan tata cara menjalankan puasanya. Bulan Rajab adalah termasuk kedalam empat bulan haram bersama Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Allah berfirman dalam Surah At Taubah: 36, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” Ada juga kalangan umat Islam yang menganggap puasa bulan Rajab sebagai ibadah khusus. Mereka mengucapkan niat, “Nawaitu Shauma Syahri Rajab Sunnatan Lillahi Ta’ala” atau “Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta’ala”.

Puasa Rajab ini berdasarkan pada perkataan terkenal bahwa “Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang agung, barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan itu, Allah tuliskan untuknya (pahala) puasa seribu tahun.”  Meskipun demikian perkataan ini bukanlah riwayat Nabi. Ibnu Hajar menggolongkannya sebagai hadits maudhu. Dan diisampaikan oleh Ibnu Taimiyah, “mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban untuk berpuasa pada seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, tidak ada tuntunannya dari Nabi saw. dan para sahabat mengenai hal ini.”

Disebutkan juga oleh  Imam Asy Syafi’i, “Aku tidak suka jika ada orang yang menjadikan menyempurnakan puasa satu bulan penuh sebagaimana puasa di bulan Ramadhan.” Rasulullah SAW pernah bersabda, “Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa (kecuali Ramadhan)… ” (HR. Ahmad, Abu Daud, Al-Baihaqi). Dalam ajakan tersebut mengatakan, berpuasa sunnah tidak hanya dilakukan pada bulan Rajab saja, namun pada empat bulan Haram lainnya.

Menjalankan puasa di bulan Rajab akan menjadi sesuatu yang tidak tepat kalau seorang muslim menganggap, kekhususan pada puasa Rajab setara dengan puasa wajib di bulan Ramadhan. Begitu juga jika muncul anggapan, bahwa ibadah puasa di bulan Rajab, dinilai lebih tinggi nilai ibadahnya dibandingkan bulan-bulan lain. Walau demikian, namun bagi yang sudah terbiasa berpuasa di bulan rajab, atau ingin menjalankan puasa sunnah sebagaimana mestinya, berpuasa di bulan Rajab insya Allah akan memberikan berkah pemahaman Islam kepada kita.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok